Nyuguh, Ibadah Menyajikan dengan Keterpaksaan

Nyuguh, Ibadah Menyajikan dengan Keterpaksaan

Nyuguh, Ibadah Menyajikan dengan Keterpaksaan

Nyuguh itu bahasa Sunda, yang artinya kurang lebih  memberikan suguhan kepada tamu. Nyuguh yang sedang saya bicarakan ini adalah membuat atau menyajikan makanan yang akan diberikan kepada tamu saat pengajian peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di kampung tempat saya tinggal.

Kenapa saya sebut nyuguh ini ibadah karena keterpaksaan? Karena dilakukan sambil ngedumel, alias tidak ikhlas. Lho ibadah masa tidak ikhlas? Yaitu makannya saya tulis, ada sisi menarik dibalik cerita ini yang mungkin tidak semua orang tahu. Dan bagi saya, menuliskan nya sebagai sebuah self healing. Biar plong kalau sudah dicurhatkan.

Jadi ceritanya Bulan Rajab selalu ada peringatan Isra Miraj. Untuk acara itu, masyarakat dimintai sumbangan yang sudah ditentukan. Untuk acara pengajian malam nanti, kamin sudah dimintai iuran sekitar dua Minggu lalu.

Tapi tadi pagi, saya diinformasikan kalau sore ini kebagian membuat susuguh sebanyak sepuluh bungkus untuk diberikan kepada panitia peringatan Isra Miraj. Jelas saya kaget. Bukannya masyarakat sudah iuran? Kenapa juga harus bikin suguhan masing-masing lagi?

Saya jelas menolak. Selain tidak bisa masak, tidak punya biaya untuk belanja, juga tidak cukup waktunya. Buat dikirim setelah ashar nanti masa diinformasikan nya tadi jam delapan pagi? Sementara harus ke pasar juga kalau ada punya buat belanja nya. Kacau deh pikiran saya. Secara kalau tidak bersedia, paling tidak akan jadi omongan masyarakat di belakang saya.

Soal itu sebenarnya saya bodo amat. Saya tidak pernah mempermasalahkan omongan orang tentang saya dan keluarga baik yang terang-terangan maupun yang ngomongin nya di belakang. Tapi yang saya tidak habis pikir, kenapa setelah dipunyai iuran, masyarakat juga harus buat susuguh tambahan? Memang ini ibadah. Punya nilai plus di mata Tuhan dan masyarakat. Tapi kalau terpaksa apa enak?

Itulah kenapa saya bilang ibadah dengan keterpaksaan. Bagi yang punya uang dan waktu lebih bisa mudah tinggal memberikan susuguh yang diminta itu. Tapi bagi semacam saya yang tanggal tua ini uang belanja sudah habis. Mau memaksakan apa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *