Liburan Imlek di Banyu Samudera

Liburan Imlek di Banyu Samudera

Imlekan di Banyu Samudera

 

Teh Lina mamanya Farel, teman sekelas Fahmi bikin open trip ke kolam renang Banyu Samudera, Sukanagara pas tanggal merah libur nasional Hari Imlek 2471 bertepatan dengan 25 Januari Sabtu ini.

Banyak yang ikut? Cukuplah. Meski dibandingkan teman sekelas, tidak sampai 25%nya yang ikut. Tapi kalau gabung dengan anak kelas satu, jagainnya repot juga.

Berangkat secara terpisah, ada yang naik sepeda motor, naik kendaraan umum, ada juga yang nebeng kendaraan teman. Yang penting sampai, cinn…

Saya dan Fahmi yang diantar ayahnya menjadikan kesempatan ini tidak hanya untuk berenang, melainkan juga silaturahmi bertemu mama (nenek Fahmi) beserta sepupu dan om nya. Ate nya ga bisa ikut, meski tanggal merah tapi kebagian kerja.

Bukan kami datang ke rumah mama, tetapi mereka yang datang menemui Fahmi, ke kolam renang. Apapun lah caranya yang penting sama-sama happy dan bisa silaturahmi.

Cuaca mendung Sukanagara menurunkan hujan gerimis yang cukup lama. Namun Fahmi dan teman-temannya tidak terganggu. Mereka tetap berenang meski buat saya mereka tidak lebih dari sekadar main air. Hehehehe…

Enaknya di kolam renang ini kita bisa bawa makanan sendiri dan menikmatinya bersamaan. Nikmat. Selain itu, ban pelampung untuk anak tersedia secara gratis.

Tiket per orang anak atau dewasa sama saja, Rp. 18 ribu plus sebotol minuman ukuran 200ml. Di dalam yang bayar lagi terpisah hanya terapi ikan dengan harga per orang sepuluh ribu sepuasnya.

Ada empat kolam renang yang tersedia. Tiga untuk anak-anak dan satu untuk dewasa. Fasilitas cukup lengkap, kamar mandi dan kamar ganti cukup banyak. Meja dan saung untuk lesehan juga cukup tersedia. Musholla dan tempat parkir juga ada.

Mau jajan? Ada penjual makanan ringan, makanan berat, jajan anak, es krim dan masih banyak lagi.

Fahmi sampai gak mau pulang (gitu juga dengan teman-teman) karena seru dan asyik bermain berenang bersama.

Nenek dan sepupunya sudah pulang lebih dulu sementara Fahmi bareng teman-teman. Lebih seru lagi pas pulang hujan cukup besar. Saya yang tidak niat basah-basahan terpaksa kuyup juga.

Mengisi liburan Imlek yang sederhana. Ya gitu saja. Kami semua urang Sunda asli hehehe, tidak ada yang merayakan Imlek yang sesungguhnya. Tapi terimakasih kami ikut menikmati hari liburnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *