Bersama Blogger Ibukota Main ke Sawah

Bersama Blogger Ibukota Main ke Sawah

Bersama Blogger Cihuy Ibukota Main ke Sawah

Semalam pulang dari laut bukannya tidur istirahat, malah ngobrol ngalor ngidul bareng-bareng sambil merasakan pegal setelah seharian jalan Curug Citambur dan Pelabuhan Pantai Jayanti.

Perkiraan awal kan Senin ini Buncha sama Om Frish dan Kakak Van akan kembali ke kota. Tapi tanpa diduga, Kakak Van bilang masih betah di Pagelaran. Yess! Itu tandanya Senin ini keluarga Buncha masih tinggal di rumah kami.

Jadilah kami berunding lagi, mau jalan ke mana siang besok?

Makan di sawah dan main ke sungai Cijampang jadi pilihan. Meski menu seadanya tapi semua tetap semangat mengelilingi sawah punya orang lain (wkwkwkwkkk)

Fahmi yang susah makan lauk pauk tertentu  kembali dibujuk Kakak Van hingga akhirnya (lagi-lagi) mau makan banyak dan cepat.

Bermain pasir kali seadanya karena cuaca panas bukan kepalang. Jalan di pematang sawah sambil melihat butiran padi anteng Fahmi dan Kakak Van asyik bermain sekian lama.

Sempat kepikiran kalau Buncha dan keluarga katanya mau pulang ke kota siang ini juga. Tapi tentu saja saya cegah. Biar semuanya istirahat dulu…

Kebetulan Kakak Van mau coba makan mie ayam di Pagelaran. Saya sarankan nanti malam saja, semua setuju. Yey, tidak jadi pulang Senin ini.

Malamnya setelah menunggu kami selesai pengajian barengan mencari bakso dan mie ayam. Seru banget malam-malam keluyuran di kampung, hihi… Sebuah pengalaman baru tidak hanya bagi keluarga Buncha, tapi bagi kami juga.

Pulangnya sambil jalan kaki kami ngobrol banyak. Tentang perencanaan dunia blogging, salah satunya. Melihat kondisi kami di desa, Buncha memiliki banyak ide dan gerakan. Semoga bisa direalisasikan. Amin.

Menghabiskan malam sebelum kembali ke kota

 

16 thoughts on “Bersama Blogger Ibukota Main ke Sawah

  1. Bagi anak kota rasanya tuh menyenangkan main ke sawah kayak begini mbak. Kamipun kalau pulang ke kampung selalu menyempatkan buat main di kebun. Hehehe.. soalnya asyik dan mengedukasi anak-anak juga.

  2. Udah langka ni tempat liburan kayak gini bagi anak-anak perkotaan mba. Pastinya anak-anak senang banget. Kalo zaman kita dulu justru mall dan gedung bertingkat itu sesuatu yang baru dan harus dicoba. Kalo anak-anak generasi Y atau alpha sekarang, justru wisata alam yang menjadi barang langka. Hehehe.

  3. Semoga banyak gerakan yang bisa dilakukan oleh Blogger Cihuy untuk teman teman di sana ya Teh. Semangaaaatttt.

    Wah, mau juga deh kapan kapan diajak muterin sawah sama main di sungai.

  4. Seru banget 😍 ah sudah lama ga pergi ke tempat seperti ini. Sumpek rasanya dengan kondisi kota yang penuh asap, debu dan macet.. pergi ke persawahan seperti ini seperti refresh lagi ❤️

  5. Wah,….semoga terealisasi perencanaan di desanya ya Teh….
    Seruh banget dapat tamu sahabat blogger dari Jakarta mainnya di sawah diakhiri makan mie, hahaha.

    Jadi inget dulu masih lajang sering kerumah sahabat blogger di kampungnya (masih di Bali), rumahnya di kaki gunung yang dingin dan tenang. Apalagi saat itu pas Nyepi, sempay mengikuti segala prosesi Pangrupukan (malam sebelum Nyepi sambil ngarak Ogoh-Ogoh) sampai menikmati Nyepi dan mendengarkan petuah dari Ayahanda sahabat tentang makna Nyepi sebenarnya.

  6. Udah lama banget gak liat sawah hehe. Di area rumah rumahku dulu di Sby banyak sawah sayangnya kyknya skrng udah dibangun banyak perumahan.
    Wah buncha pas lagi ke sana sama keluarganya ya. seru pastinya main ke sawah dan kali trus pulangnya makan bakso anget2 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *