Transung Rakul Inju

Transung Rakul Inju

Transung Rakul Inju
Transportasi Unggul, Rakyat Ulung, Indonesia Maju

 

Dunia tiba-tiba terasa gelap ketika Senin ba’da duhur akhir September itu suami kecelakaan, terjatuh hingga tangan kirinya patah. Sebagai istri, sekaligus ibu rumah tangga yang tidak bekerja, pikiran langsung tertuju kepada seberapa besar biaya pengobatan suami. Secara kalau suami sebagai tulang punggung keluarga tidak bisa bekerja, mau dari mana kami bisa mendapatkan uang?

Tetangga banyak memberikan masukan terkait pengobatan suami. Maklum kami tinggal di Cianjur bagian selatan, jauh ke pusat keramaian. Pengobatan alternatif jadi pilihan, selain tidak tega melihat suami lama-lama menahan sakit karena tangannya tidak pada posisi semestinya, juga saat itu saya tidak sedang memegang uang kalau harus dibawa ke dokter.

Pengobatan pertama suami

Dibantu tetangga sekampung yang sangat baik, dan berkat urutan seorang pengobat tulang di kampung kami, posisi tangan suami yang awalnya bengkok seperti tangan karet, bisa “lurus” lagi. Meski katanya terasa sakit tapi paling tidak kami yang melihat tidak merasa ngilu.

Sore hari lanjut pengobatan medis. Mantri desa datang memeriksa dengan membawa obat sementara. Dari perbincangan mereka saya paham, di Pagelaran belum bisa mengobati kecelakaan dengan luka patah tulang seperti itu. Pengobatan tetap harus dirujuk ke RSUD Cianjur, yang berada Cianjur kota dengan jarak tempuh kendaraan sekitar 3 jam dari tempat kami tinggal.

Semalaman itu saya hampir tidak bisa tidur. Selain menjaga suami, saya juga sibuk sendiri memikirkan berapa besar biaya pengobatan yang harus dikeluarkan. Secara kehidupan di kota sana jelas jauh beda dengan kebiasaan kami di desa.

Kami pikir dengan pengobatan alternatif di kampung luka tangan patah suami bisa diobati. Tapi nyatanya seminggu dua minggu, kondisi tangan suami belum terlihat ada kemajuan. Tangannya masih bengkak. Suami sering merasa meriang, kesakitan karena nyeri dan linu. Kulit tangan yang patah kering, mengelupas. Suami kepikiran bagaimana kalau tangannya harus diamputasi? Duh, kami jadi kurang tidur, makan tidak nafsu, semua jadi kena dampaknya.

Beberapa hari masih belum ada tanda kesembuhan

Dipikir-pikir masa mau begitu terus? Untuk apa dipertahankan kalau kondisi kami malah tidak karuan. Dengan perdebatan dan diskusi alot terlebih dahulu akhirnya suami mau diajak berobat ke ahli tulang di Sukabumi.

Yang jadi pikiran saya lagi-lagi soal biaya. Melihat kondisi suami yang posisi tangan patahnya tidak boleh banyak gerak, ini mengharuskan kami menyewa kendaraan untuk pulang pergi.

Untuk sekali dua kali berobat kami masih mampu meski harus membongkar tabungan dan meminjam sana sini untuk pegangan. Tapi untuk seterusnya, kami terus terang keteteran. Sewa mobil, bayar sopir dan bensin, belum bekal di perjalanan dan biaya pengobatan itu sendiri, keseluruhan sekali berobat jumlahnya hampir setengah dari penghasilan suami per bulan. Sementara pengobatan suami sampai pemulihan itu diperkirakan minimal satu bulan jangka waktunya.

Suami bisa saja memilih perawatan di tempat pengobatan, selain mengirit biaya perjalanan, juga supaya pengobatannya dikontrol setiap hari. Tapi itu tidak mungkin. Secara suami juga tetap harus kerja. Meski tangan patah, toh pekerjaan mah tetap dituntut harus segera diselesaikan. Akhirnya kami memilih berobat jalan. Harusnya sih setiap hari datang. Tapi karena harus kerja juga disertai kendala biayanya, suami pilih berobat seminggu tiga kali jadinya.

Berobat jalan ke ahli tulang di Sukabumi

Hasil diskusi panjang, setelah menimbang dan memikirkan baik buruknya akhirnya kami sepakat untuk pengobatan selanjutnya berangkat menggunakan kendaraan umum saja. Lebih irit pastinya dibandingkan sewa kendaraan pribadi.

Saya dan suami sanggup melakukan itu karena melihat sarana dan prasarana transportasi saat ini khususnya di daerah kami sudah memadai. Ya, dibandingkan beberapa tahun lalu, kini keselamatan, keamanan, dan kenyamanan transportasi dari dan ke kampung saya sudah jauh lebih baik.

Cianjur bagian selatan yang selama ini terpojokkan sudah mulai dibenahi. Akses kami ke kota sudah lebih banyak dan mudah. Dalam lima tahun terakhir ini, jalan penghubung di setiap kecamatan sudah semakin lebar dan mulus.

Jalan di Cianjur Selatan. Sumber lokasi cikadu.desa.id

Bukankah rel kereta api yang entah berapa puluh tahun mati itu kini pun dihidupkan kembali? Meski baru dibuka jalur Cianjur Sukabumi tapi itu sudah lebih baik daripada sebelumnya.

Setidaknya masyarakat punya pilihan dalam melakukan aktivitas dan mempermudah dalam menjalankan roda perekonomian. Apalagi kalau jalur kereta api Cianjur Bandung sudah mulai diaktifkan, geliat ekonomi masyarakat Cianjur pasti semakin hidup.

Meski kami berada di pelosok, kini jam berapa pun kami mau ke kota kendaraan umum banyak tersedia. Meski bukan kendaraan full AC, tapi cukup nyaman bagi kami yang biasa tinggal di hawa pegunungan. Meski bukan kendaraan bermesin model hybrid seperti yang bisa kita lihat di pameran otomotif di GIIAS 2019, paling tidak elf yang jadi mobil kebesaran warga Cianjur Selatan sudah lebih rapi, bersih, nyaman dan aman.

Padahal sebelumnya, saya sering cancel dadakan ikut acara blogger gara-gara dari Pagelaran tidak ada kendaraan. Pertama-tama komunitas dan panitia tidak percaya dengan alasan saya. Tapi setelah saya jelaskan mereka memahami. Begitu minimnya pelayanan transportasi ke daerah kami beberapa tahun lalu.

Sekarang kendaraan umum elf yang kami naiki di Cianjur cukup banyak, bersih dan nyaman. Tidak ada istilah “teu kabagean mobil”

Kini dari rumah, kami tinggal menyusuri jalanan jalan desa yang sudah beraspal dan dicor menuju jalan kabupaten. Ke daerah kami di Cianjur Selatan kendaraan online memang belum ada. Tapi kalau mau naik ojek pangkalan juga tidak mahal. Cukup goceng. Mau jalan kaki juga bisa. Meski hujan tidak takut becek karena saluran air sudah diperbaiki beberapa tahun lalu berbarengan dengan pengaspalan jalan.

Sampai di jalan besar, tinggal naik kendaraan umum elf yang semuanya menuju terminal dalam kota Cianjur, Terminal Pasir Hayam. Tidak pakai lama karena hampir setiap sepuluh menit elf dari berbagai kecamatan di selatan Cianjur lewat daerah Pagelaran. Pemerintah memperbanyak armada transportasi ke daerah selatan ini untuk mengantisipasi kendaraan menelantarkan penumpang karena waktu ngetem yang tidak beraturan. Dengan banyaknya armada setiap jurusan, kendaraan berangkat dan pulang sudah memiliki waktu masing-masing.

Elf Cianjur sudah diremajakan melalui pengawasan ketat DLLAJR

Saat kami naik, elf cukup bagus, lengang dan bersih. Suami yang tangan kirinya sakit, memilih duduk di jok paling sisi supaya tidak terganggu. Perjalanan sekitar 3 jam tidak terasa kami lalui dengan melihat pemandangan kebun teh, pohon pinus, dan palawija masyarakat. Kami membayar Rp.25ribu per orang sampai turun di Jebrod Pasir Hayam.

Perjalanan lanjut ke Sukabumi menggunakan bus antar kota yang sudah pasti nyaman. Banyak bus jurusan dari Bandung, Tasik, Cirebon dan bahkan Jawa Tengah dan Yogyakarta yang menuju Sukabumi, melewati Cianjur. Cukup membayar Rp.10ribu per orang kami turun di Sukalarang dan lanjut angkot atau ojek lagi dengan ongkos Rp.10ribu menuju pengobatan alternatif ahli tulang Pak Ukon.

Harusnya dirawat tetapi suami memilih berobat jalan, pulang pergi Pagelaran Cianjur Selatan ke Sukabumi

Pengobatan dan terapi alternatif di ahli tulang selesai sebelum duhur. Sebelum lanjut naik ojek atau nyegat angkot kami makan dulu di warung nasi depan gerbang komplek pengobatan.

Pulang ke Pagelaran dengan rute kebalikan yang sama dari keberangkatan, kami sampai di rumah sekitar jam 4 sore. Beda tipis sama waktu yang dihabiskan kalau kami menggunakan kendaraan pribadi. Tapi dari segi biaya, jelas beda jauh. Hampir beda empat kali lipat!

Meski tangan patah, kami bisa menikmati perjalanan yang aman, nyaman dan aksesnya mudah

Sejak melakukan “eksperimen” itu, suami memilih berangkat ke tempat pengobatan di Sukabumi naik kendaraan umum. Kami berhasil menghemat banyak dan dana cadangan biaya pengobatan itu bisa kami pakai untuk kebutuhan lain.

Begitupun dengan berangkat kerja. Saat minggu-minggu pertama kecelakaan, suami berangkat ke tempat kerja di SMPN 1 Pasirkuda (perbatasan Kab. Cianjur dan Kab. Bandung) menggunakan jasa ojek karena belum bisa bawa motor sendiri. Sekali berangkat Rp.25ribu. Pulang pergi ya ongkos saja habis Rp.50ribu. Kini dan seterusnya (mungkin sampai pemulihan selesai) suami memilih naik elf jurusan Pagelaran – Ciwidey (Bandung) yang rutenya melewati Kalibaru, desa dimana suami bekerja.

Meski tangan patah tetap bisa berangkat kerja berkat sarana transportasi yang mudah dan nyaman meski di perbatasan

Meski elf Pagelaran – Ciwidey waktunya terbatas, sehari hanya ada 4 waktu keberangkatan tapi adanya kendaraan umum itu di wilayah kami jelas sangat membantu. Cukup dengan ongkos Rp.10ribu suami dengan aman, nyaman dan selamat bisa pulang pergi bekerja. Hemat banyak pula.

Padahal lima tahun lalu saat kami baru menikah, jangankan elf jurusan Pagelaran Ciwidey, akses jalan ke Pasirkuda itu saja masih jalan berbatu milik perkebunan. Karena keterbatasan itu kalau mau ke kota Bandung via Ciwidey yang punya kendaraan pribadi hanya bisa jalan di siang hari. Kini kapanpun mau ke Bandung lewat Ciwidey selain jalan sudah diperbaiki kendaraan angkutan pun disediakan.

Masyarakat Pasirkuda banyak yang berbelanja ke pasar Ciwidey yang lebih dekat dan komplit daripada harus muter ke Kota Cianjur dengan jarak tempuh dua kali lipatnya. Begitu juga petani yang menjual hasil kebunnya banyak diangkut ke Ciwidey yang lebih dekat dan cepat. Perekonomian masyarakat terangkat, saya yakin kesejahteraan mereka pun akan terus meningkat.

Saat awal manikah sekitar tahun 2012 saya sering mendengar di jalan yang belum diperbaiki itu terkenal rawan kecelakaan dan bencana. Alhamdulillah kini jalan sudah lebih bagus, akses lebih lancar sehingga pengamanan bisa dimaksimalkan. Masyarakat pun merasa aman dan nyaman. Pencapaian kerja keras Kementerian Perhubungan 5 tahun terakhir sudah bisa terlihat nyata.

Adanya keunggulan pembangunan di bidang transportasi selama lima tahun terakhir ini sudah membawa perubahan yang lebih baik di daerah saya. Saya merasakan sendiri bagaimana transportasi sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan dan melakukan berbagai kegiatan. Saya yakin bukan hanya saya dan keluarga saja yang merasa terbantu dengan kemudahan berbagai sarana dan prasarana ini. Dan jika masyarakat senang, suatu daerah perekonomian maju karena infrastruktur terpenuhi, itu pasti berdampak pada kemajuan bangsa dan negara.

Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan transportasi khususnya di daerah saya saat ini sudah mengalami kenaikan yang signifikan. Alhamdulillah…

Kalau transportasi aman dan nyaman anak pun senang naik (elf) kendaraan umum yang selama ini dianggap bikin mabuk perjalanan

Jargon Cianjur Jago tidak lagi diplesetkan sebagai jalan gobet (artinya jalan jelek). Karena saat ini jangankan jalan roda empat, jalan galengan (jalan pinggir sawah) banyak yang sudah dicor dan bisa dilalui kendaraan bermotor.

Tidak ada lagi berjejal dalam elf sampai naik di atap karena alasan tidak ada lagi kendaraan. Tidak ada lagi istilah menunggu elf ngetem sampai berjam-jam karena moda transportasi ke setiap kecamatan terus ditambah dan kondisinya baru serta nyaman.

Meski masih banyak yang harus dibenahi di sana sini namun harus diakui jika pencapaian Kementerian Perhubungan selama lima tahun terakhir ini baik secara langsung dari pusat melalui dana desa, maupun melalui pemerintah daerah sudah sangat kami rasakan.

Tidak kebayang bagaimana proses penyembuhan suami kalau pengobatan jauh, akses menuju rumah sakit jauh, sarana transportasi masih susah.

Tidak berlebihan jika saya sampaikan ungkapan “Transung Rakul Inju” dalam tulisan ini, kependekan dari: kalau transportasi unggul, rakyat ulung, Indonesia pun maju.

Sebuah ungkapan dari saya perempuan desa yang merasakan kehidupan di ibukota saat masih bekerja lima tahun lalu, lalu hijrah ke kampung dengan segala keterbatasan sarana dan prasarananya. Dan kini kekurangan itu mulai dibenahi disana-sini sehingga setiap urusan warga dapat dengan mudah diselesaikan.

Yang jelas pembangunan yang dilakukan Kementerian Perhubungan selama ini nyata adanya. Tidak hanya di wilayah Cianjur Selatan, melainkan di seluruh pelosok negeri. Tidak hanya transportasi darat, tapi juga perbaikan dermaga, bandara, lintas kereta api sampai jalan tol yang terintegrasi. Kenapa saya bisa tahu? Karena ketransparanan sistem birokrasi pemerintah saat ini. Meski wong ndesa, kita bisa memantau informasi apapun melalui kanal media sosial serta websitenya, termasuk sejauh mana pembangunan yang sudah dilaksanakan Kementerian Perhubungan RI.

Teman-teman bisa ikut memantau pula dengan mengaksesnya di:

Kementerian Perhubungan Indonesia

Website : http://dephub.go.id/

Instagram : @kemenhub151

Twitter : @kemenhub151

Facebook : Kementerian Perhubungan RI

YouTube : Kementerian Perhubungan RI

 

 

92 thoughts on “Transung Rakul Inju

  1. Ya Allah aku sedih..banget ngebayangin tangan patah,..pasti galau banget …

    Syukur jalanan dan transportasi udah lancar ya..mba, gak kebayang kalo pengobatan jauh akses menuju rumah sakit jauh..dsb.

    Semoga pembangunan transportasi..jalan dll .merata di seluruh wilayah Indonesia..

  2. Masya Allah terharu akutuh mbak. Perjuangannya bener-bener bikin sedih. Salut sama mbka dan keluarganya . kalau dibandung ahli begitu ke citapen. Akses transportasi sangat penting banget.

  3. Ya Allah teteh, si aa gimana keadanyaanya teh sudah membaik sekarang? Semoga cepet sembuh yaa teh si aa 🙁
    Beruntung transportasi sudah lebih nyaman ya di sana jadi pengobatannya bisa segera

  4. Semoga suaminya lekas sembuh ya Mbak. Kalau Mbahku beberapa tahun lalu itu patah tulang, dan sampai operasi pemasangan pen. Habis itu masih bolak balik kontrol juga. Agak PR bawa orang sakit pakai kendaraan umum. Jadi manggil taksi buat antar jemput. Sekarang transportasi banyak perbaikan. Ya walaupun kadang2 masih ada tuh kendaraan yang sepuh eh bawa banyak penumpang

  5. Teh, semoga suami segera pulih kembali dan dapat beraktivitas dengan baik ya…
    Oya, ttg angkutan umum Alhamdulillah sudah jauh lebih baik sekarang ya Teh..jadi semakin nyaman bagi masy untuk bepergian menggunakannya..

  6. Aku sedih melihat kondisi suami Tehoti, jadi ingat bapak mertua yang jatuh. Awalnya dibawa ke pengobatan alternatif namun tak kunjung sembuh. Begitu di cek di lab ada tulangnya yang patah. Semoga suami Tehoti lekas membaik ya kondisinya. Bersyukurnya saat ini transportasi sangat menunjang dan memadai sehingga mau berobat kemanapun akan makin dimudahkan. Semoga pemerintah terus berupaya memperbaiki sarana dan prasarana transportasi agar masyarakat makin tenang dan terbantu.

  7. Semoga suami Teh Okti segera pulih ya dan bisa kembali beraktivitas seperti sediakala. Aku setuju betapa pentingnya infrastruktur dan pembangunan transportasi yang bisa menghubungkan banyak daerah/tempat dengan lebih mudah. Transportasi salah satu hal hang punya pengaruh banyak pula dalam kehidupan kita sehari-hari ya

    1. Kemajuan dalam bidang transportasi juga sebenarnya sangat membantu aktivitas masyarakat ya. Jadi lebih mudah mau ke mana-mana dan bisa lebih murah juga. Selain itu, juga bisa meningkatkan pendapatan daerah melalui wisatanya.

  8. Syafahullah untuk suami, teteh…
    Semoga segera dimudahkan untuk kesembuhannya.
    Transportasi yang memudahkan untuk menjangkau suatu tempat akan berdampak baik bagi masing-masing wilayah ya, teh…

  9. aku memang merasakan selama 5 tahun terakhir transportasi kita terasa maju banget banyak pembangunan baru kayak bandara, mrt, kereta dll

  10. Capaian kemenhub selama 5 tahun ini luar biasa ya Teh. Ratusan jalur di darat laut dibuka. Membuat daerah yang terisolir jadi berkembang.

    Btw kalau ke Cianjur, Garut, Tasik jalan berapa jam pun gak berasa karena pemandangannya keren.

  11. Mbak kalau elf itu milik pemerintah ya? Terus terang syaa baru tahu, kirain selama ini milik swasta. Semoga tangan suaminya bisa pulih seperti sedia kala. Memang yang namanya transportasi, baik itu kendaraan maupun jalan rayanya sangat penting ya. Gak cuma memudahkan tapi sekalian mengundang kesejahteraan ekonomi penduduk dan akses pertukaran informasi yang tepat.

    1. Milik swasta Mbak. Bahkan ada yang milik perorangan. Yg milik pemerintah saya kira hanya DAMRI. Cmiiw.

      Hanya semua kendaraan umum pastinya kan diawasi dishub dan DLLAJ. Trayek, kir, kelayakan, dll semua sekarang dipantau transparan sehingga sarana transportasi semakin baik dibandingkan beberapa tahun lalu…

      1. Yap, pemerintah memang gencar banget memberikan akses dan infrastruktur yg keren ya Teh. Bersinergi dgn pihak swasta dan masyarakat, insyaAllah jadi transportasi unggul banget!
        Semoga semua sehaaaattt ya Teh.

  12. Semoga suami cepat pulih ya teh. Alhamdulillah, emang bener, sarana dan prasarana transportasi semakin baik ya saat ini. Kampung saya juga turut merasakannya nih. Semoga kedepan terus berkembang dan makin nyaman ya

  13. Semoga suami cepat pulih ya teh. Alhamdulillah, emang bener, sarana dan prasarana transportasi semakin baik ya saat ini. Kampung saya juga turut merasakannya nih. Semoga kedepan terus berkembang dan makin nyaman

  14. Ya Alloh teteh sing sabar ya teh asa baru kemarin baca yang teteh kecurian kini musibah datang lagi 🙁
    untung ya teh transportasinya nyaman jadi enak berobat ke Sukabuminya semoga lekas sembuh aamiin

  15. Gimana keadaan suaminya sekarang Teh? Udah lebih baik kan? Alhamdulillah ya masih ada kendaraan umum yg tetap berjaya sebagai moda transport untuk warga. Aksesnya juga lebih baik ya sekarang.

  16. Ah kak turut mendoakan buat suami semoga pulih ya kak. Tentu ya kalo namanya berobat sering terbentur masalah transportasi. Tapi banyak sekarang transportasi umum yang aman daa nyaman untuk dinikmati masyarakat. Sungguh yang seperti ini harus diperbanyak dan ditingkatkan.

  17. Semoga suaminya cepat pulih ya, Teh. Saya senang banget lho kalau transportasi umum di desa-desa itu sudah bagus sekarang, juga jalannya. Kadang meski satu kabupaten, pembangunan jalan dan sarana transportasinya bisa jauh banget bedanya antara desa dan kotanya. Kan sedih ya. Syukurlah di tempat Teh Okti sudah mulai bagus ya transportasi umumnya.

  18. Alhamdulillah. Transportasi memang selama ini sering jadi kendala. Mau jalan-jalan ke daerah tertentu aja suka jadi banyak pertimbangan kalau aksesnya belum memadai. Pembangunan seperti ini memang menyenangkan dan menguntungkan banyak pihak, ya

  19. Hidup selalu banyak cobaan ya mba, tinggal kita yang menjalani nya harus banyak bersabar.
    Dan semoga suami mba cepat sembuh, agar dapat beraktifitas seperti biasanya.
    Alhamdulilah alat transportasi sekarang sudah ada didesa-desa yang memudahkan ketika hendak berobat seperti yang mba alami

  20. Kesulitan yanv di alami mba, pastinya sama dengan orang daerah. Biaya transportasi jauh dan menambah pengeluaran keluarga.

    Ngasih saran aja, pinjem aja ambulance di niralaba di daerah mba. Gratis mba. Seperti dompet dhuafa.

    1. Terimakasih sarannya. Sayangnya di Cianjur Selatan ga ada DD. Adapun ambulance desa/puskesmas mereka bilang kalau masih sehat ga bisa rekomendasikan. Ditambah suami kan berobat seminggu 4 kali. Ambulance dipakai oleh pasien yang lebih memerlukan

  21. Seneng ya teh kalau udah ada transportasi umum yg bisa mengakses tempat kita. Jadi ga perlu khawatir bakal ga dateng acara blogger, ya kan teh 🤗 alhamdulillah sy juga senang dgn perubahan sarana transportasi 5 tahun ini. Terimakasih utk kementrian perhubungan ✊

  22. Semoga suami lekas pulih, ya, Teh. Benar, konektivitas yang baik bisa menentukan kualitas hidup rakyat juga kalau begini. Ya ke sekolah, ya ke faskes, ya bersilaturahmi sama keluarga, semua butuh akses yang nyaman dan mudah, serta aman tentunya. Alhamdulillah kalau kemajuannya nyata terasa di daerah sana.

  23. Wahh, ada teteh geulis, wkwk. Kalau untuk transportasi umum yang menjangkau area rumah aku secara langsung, memang belum ada, nih. Ada, sih, tapi di pagi hari sampai siang jam 11 saja. Itu pun belum tentu ada tiap hari, apalagi sekarang, karena orang banyakan yang naik motor sendiri. Cuma, aku bersyukur karena di kawasan kost dan kota, mudah menemukan angkutan umum. Apalagi kalau bepergian antar kota, sudah ada KA yang siap membawaku jalan-jalan

  24. Wahh, ada teteh geulis, wkwk. Kalau untuk transportasi umum yang menjangkau area rumah aku secara langsung, memang belum ada, nih. Ada, sih, tapi di pagi hari sampai siang jam 11 saja. Itu pun belum tentu ada tiap hari, apalagi sekarang, karena orang banyakan yang naik motor sendiri. Cuma, aku bersyukur karena di kawasan kost dan kota, mudah menemukan angkutan umum. Apalagi kalau bepergian antar kota, sudah ada KA yang siap membawaku jalan-jalan kemana saja tanpa banyak drama

  25. Wah, turut prihatin dengan kondisi suami teh Okti 🙂 Lekas sehat kembali ya, aamiin. Itu Elf lumayan juga menjadi transportasi andalan di sana. Jalan beraspal menjadikan perjalanan dari satu wilayah ke wilayah lain menjadi lebih lancar ya. Apalagi jika ditambah sarana dan prasarana transportasi lain. Lebih menjangkau desa dan biayanya lebih murah. TFS 😀

  26. Akhirnya terjawab rasa penasaranku terhadap judul Blogpost ini teh. Hehe. Masya Allah alhamdulillah transportasi yg awalnya terlihat sulit kini semakin mudah berkat peran Kemenhub.

  27. Wuah, ingat ketika tulang tangan kananku retak, nggak masuk kerja sampai 2 minggu.

    Sarana transportasi yang baik memang sangat membantu hampir semua kegiatan masyarakat

  28. Alhamdulillah ya Teh Okti, tangan suami nya bisa segera diobati. Benar² perjuangan nya naik turun kendaraan umum dengan jarak yg lumayan. Untungnya transportasi nya sudah bagus ya teh

  29. wah pasti terbantu banget.,,sekarang gimana kondisi suaminya mbak?? udah jauh membaik?

    seluas itu ya manfaat kemajuan transportasi

  30. Alhamdulilah banget ya teh okti saya ikutan seneng bngt melihat kemajuan transportasi di daerah sekitar rumah teh okti jadi suami bisa berobat dengan tenang ..semoga cepet pulih y teh kondiai suaminya

  31. Waktu saya kecil, ogah naik elf karena itu seperti kendaraan pasar. Para penjual membawa banyak dagangannya dan jadinya bau. Sekarang tidak lagi karena elf sudah semakin banyak dan ada khusus untuk penjual di pasar

  32. Duh ngilu kalau kecelakaan kena tulang tuh… Huhu..agak lama proses sembuhnya soalnya dulu anakku jg gitu.. Semoga lekas sehat ya teh.. Semua nya dilancarkan dan dimudahkan …

  33. Saya juga sering bolak balik pake transportasi umum. Setidaknya harganya memang lebih murah ya Mbak. Btw judulnya unik. Saya kira bahasa daerah ternyata singkatan ya. Keren. Semoga Kemenhub ke depannya semakin sukses membangun transportasi menjadi lebih maju di Indonesia.

  34. Semoga suami Mba cepat sembuh ya 🙂

    Selalu seneng kalau baca cerita teman2 blogger yg bahas soal Transportasi di daerah tinggalnya. Jadi nambah pengetahuan saya. Siapa tahu bisa ke sana juga hehe

  35. Alhamdulillah nya Teh, transportasi sekarang udah bagus dan nyaman. Jadinya berobat, sekolah, atau berbagai keperluan lain, walopun jauh dari pelosok ke kota, bisa lancar dan cepat. Semoga semakin maju ya transportasi kita. Dan semoga semakin merata. Biar yang di pelosok pun bisa menikmatinya.

  36. Alhamdulillah akses dan pilihan transportasi umum sudah banyak perbaikan ya, semoga memudahkan org lain utk pergi berobat juga memenuhi kebutuhan lainnya. Sehat terus buat mb sekeluarga ya

  37. Suami saya juga pernah ditabrak mobil Teh, tulang pundaknya patah. Duuh sedih banget.

    Semoga si Akang segera pulih ya. Btw saya selalu suka dengan pemandangan sepanjang jalan Cianjur-Sukabumi yang indah.

  38. Ikut merasakan gimana sakitnya tangan suami itu, aku yang terkilir engkel kaki aja dan gak bisa jalan sakitnya minta ampun kalo dibuat gerak. Semoga sekarang udah makin membaik ya, sehat seperti semual.

    Alhamdulillah sekarang transportasi udah nggak uyel-uyelan ya.

  39. Kalau ada pemerataan infrastruktur seperti ini, masyarakat juga terangkat ya teh perekonomiannya…kayak mau jualan ke pasar akses lebih mudah, lebih murah. Smg kita jg bs menjaga & merawat infrastruktur ini ya teh 🙂

  40. Alhamdulillah sekarang rute transportasi di berbagai daerah sudah baik. Semoga terus ada perbaikan lanjutan jadinya masyarakat mudah untuk beraktivitas antardaerah.

  41. Pada akhirnya, sarana transportasi yang mendukung memang akan mendorong pula majunya perekonomian dengan berbagai kemudahan lain untuk urusan hidup ya Teh

    Semoga suami Teteh lekas pulih kembali.

  42. Jadi inget cerita bapak tentang almh. Nin, dulu dari Garut ke Bandung cuma buat berobat. Pergi sendiri naik kereta api sambil nahan sakit karena pendarahan dari rahim dgn kondisi kereta yang yaa tau sendiri dulu kaya gimana. Sekarang transportasi umum sudah mulai maju ya dan semakin nyaman untuk digunakan.

  43. Semoga tangannya suami teh Okti cepat pulih seperti sedia kala ya, alhamdulillah ya transportasi sekarang sangat berkembang, di temlat tinggal saya juga dulu susahnya cari angkot, sekarang mah alhamdulillah angkot yang nyamperin ke rumah

    1. Hehehe sebagian sopir elf disini juga suka ada yang ngawur Mbak. Tapi pemerintah dalam hal ini polisi selalu mengadakan operasi dan pemeriksaan sehingga setiap mau jalan dipastikan sopir dalam kondisi fit

  44. Semoga suaminya segera pulih seperti sedia kala.
    Sedemikian besar efek kemajuan translortasi untuk kemajuan negeri ini.
    Semoga makin membaik ke depannya nanti
    Oh ya, pemandangan di tempat tinggalnya, seger bener ya Teh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *