Menangani Stress Sendiri

Menangani Stress Sendiri

Mungkin pikiran sedang kalut, mungkin bisa dibilang stress, sedikit terobati dengan hadirnya beberapa bibit pohon yang dikirim seorang Kompasianer Bandung beberapa hari lalu.

“Saya kurangi tanahnya untk mengurangi berat. Jadi tanaman akan stress selama pengiriman.” Begitu pesannya setelah saya informasikan kalau bibit tanaman sudah saya terima. Dibarengi gambar kondisi terbaru bibit itu yang layu, kering dan sebagian daun rontok. Stress?

Tanaman juga bisa stress? Kirain saya saja… Hehehehe. Diuji dengan berbagai cobaan hidup, mulai kesempatan berkurang karena blog www.tehokti.com dianggap spam oleh Facebook dan Instagram, saya tidak bisa share url, lanjut suami kecelakaan dan sampai sebulan ini belum bisa ngapa-ngapain karena lengan kiri patah. Eh, masih lanjut rumah di Cianjur dibobol maling, semua isi rumah digondolnya hampir tidak bersisa, ditambah kebutuhan ini itu yang tidak terduga dan itu yang sangat menguras tabungan, jujur bikin saya merasa jalan seperti melayang. Stress?

Saya mengikhlaskan semua. Saya percaya apa yang menimpa kami adalah ketentuan Nya, tapi sedih dan kecewa jujur tidak bisa saya hindari. Saya ikhlas tapi kalau semua hilang mulai gadget, alat elektronik, pakaian, alat rumah tangga, alas kaki, sampai mainan Fahmi semua digasak maling, siapa akan mampu berpura-pura semua baik-baik saja, coba?

Sudah blog saya bermasalah eh tiba-tiba air mata ini tidak terasa meleleh begitu saja manakala mau mulai menulis, teringat laptop Asus-nya dibawa maling. Mau ambil foto, duh, kamera sama hp nya juga ikut dicuri maling. Atuh semua foto dan video mulai tahun 2009 sampai 2019 ini ikut raib (mewek lagi saya…) Semua rekam jejak Fahmi mulai hamil, lahir sampai usia lima tahun ikut hilang. Gustiii, saya salah apa?

Jika sudah demikian, saya buru-buru keluar, melihat kebun dan atau tanaman yang saat musim kemarau juga berubah banyak karena kurang cairan.

Bagai orang gila, saya suka ngajak ngomong sama tanaman. Mungkin kita senasib? Sama-sama merasakan stress dengan berbagai cobaan yang baru saja dialami?

Tanaman lemon kalifornia, jeruk chokun, jambu madu deli, jambu citra dan stek buah tin, lumayan bisa mengalihkan perasaan kalut saya menjadi lebih tenang, dan sedikit melupakan. Meski kesedihan justru semakin bertambah manakala melihat pepino dan rosemarie yang kering hangus, tidak ada harapan untuk hidup.

Rekan blogger yang mengirimkan bibit buah itu mengatakan, untuk memulihkan kondisi bibit yang stress, cukup lakukan siram dengan vitamin (kalau ada) simpan dulu di tempat teduh dan jaga kelembaban sampai keluar daun muda baru. Nah setelah daun mudanya cukup tua, baru bisa dipindah ke tanah, tunggu sampai akarnya penuh.

Saya yang stress seperti tanaman itu, sepertinya harus menjalani terapi yang sama pula. Siram hati dengan tausyiah dan dzikir, dukung perut dengan asupan yang memenuhi standar gizi, diam (sementara waktu) berada di tempat “teduh”, untuk menjaga ketenangan dan kelembaban mata, sampai keluar semangat baru.

Setelah semangat muncul dengan kuat berlandaskan keikhlasan, baru bisa pindah ke suasana baru yang lebih menenangkan dan tumbuh kehidupan baru, dengan individu yang baru pula.

Masalahnya, saya sanggup tidak ya? Bisa menyelesaikan tulisan ini saja memerlukan waktu hampir satu bulan!

 

50 thoughts on “Menangani Stress Sendiri

  1. Semangat ya Mbak. Insya Allah ada jalan lain yang terbuka lebar

    Aku jadi ingat di drama2. Ada tuh tanaman yang nyaris mati. Akhirnya dia didekatkan sama cahaya matahari. Meski lama, lambat laun akhirnya dia bersemi lagi

  2. Tadi pagi saya baca komentar Teteh di blog tentang kemalingan di rumah, kaget dan sedih. Sekarang malah tambah sedih setelah tahu apa yang terjadi. Semoga Allah melapangkan jalan dan memberi ganti yang lebih baik. Jadi cirambay kieu.
    Semoga suami disehatkan dan tangannya lekas sembuh. Semoga kesabaran senantiasa menaungi keluarga Teteh. Semoga rezeki dan keberkahan hidup senantiasa bersama orang-orang yang sabar dan ikhlas. Semoga rasa berat itu terangkat. Semoga Teteh sekeluarga bisa bangkit dari rasa terpuruk.
    Saya juga pernah alami beban berat selama 3 tahun lebih, lalu Allah angkat kala saya merasa tidak kuat karena itu di luar kekuasaan saya dari gangguan luar. Stres dan depresi jelas ada dan saya rasakan. Mungkin ini adalah momen kita harus turut merasakan stres sebagai bagian dari kehidupan. Agar jiwa lebih tegar.
    Semoga tanaman-tanaman itu bisa membuat Teteh merasa lebih baik. Bersemangat kembali dan selalu percaya pada seberkas harapan yang menyeruak dari kepahitan. Salam sayang dan peluk dari jauh.

  3. Semangat ya Teh Okti insyaallah pasti bisa Meliawati semuanya, semoga Allah akan mengganti lebih untuk Teh Okti dan keluarga.

    Oh iya masalah link di block di FB saya juga pernah teh, sampai hampir 3 bulan lamanya. Tapi saya rajin report ke FB Alhamdulillah sudah normal lagi, dicoba aja teh report ke FB secara berkala.

  4. Ikhlas adalah kunci dari kelegowoan. Makanya banyak yang bilang “dahlah ikhlaskeun aja, biar ga beban”.

    Saya akhir² ini juga mengalami demotivated sama sesuatu. Kayak udah mau berhenti aja rasanya. Banyak kehilangan kesempatan, tapi sadar harus selalu kembali semangat karena hidup ga boleh terpuruk dan ga boleh kalah sama yg namanya down, stress dll.

    Semangat mbak! All is well

  5. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. Ya Allah mba, saya ga ngebayangin sedihnya, manusiawi yah klo ngrasa stress gitu.
    Allah ganti yang lebih, lebih, lebih baik lagi mba nanti, Insya Allah.
    Kuat ya mba, terima kasih sudah mau berbagi cerita.

  6. Teteeeh,
    Semangat terus yah Teh, semoga semua barang yang hilang dapat tergantikan dengan yang lebih baik.

    Tapi emang paling sakit hati kalau foto kenangan hilang yah Teh, PC aku pernah kena virus dan semua foto anak-anak ketika masih bayi hangus semua. Sedih banget Teh.

  7. Mbak turut prihatin mendengar ceritanya. Tetap semangat ya, mbak 🙂
    Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi kemampuan umatNya. Jadi percaya saya akan ada pelagi yang indah dibalik badai yang sedang dihadapi. Yang paling penting tetap mendekat kepadaNya dan terus bersyukur 🙂
    Tetap semangat ya, mbak. GBU 🙂

  8. teh okti peluk dari jauh ya teh, bismillah ya teh semoga teh okti dan juga suami bisa melawati ujian ini dengan penuh kesabaran ya teh.. InshaAllah disetiap ujian ada pesan yang dititipkan.. dan InshaAllah teh okti bisa kembali bangkit menjadi manusia baru ya teh.. bismillah teh okti..

  9. Inna lillaahi wa inna ilaihi rajiun ujian yang Mbak hadapi benar-benar bertubi-tubi ya. Kalau saya yang mengalami seperti itu juga nggak tahu gimana stressnya tapi yah itu ujian Mbak. Semoga bisa dihadapi dengan kuat dan semoga Allaah ganti yang hilang itu dengan yang lebih baik.

  10. Innalillahi wa innailaihi rojiun.. ya Allah.. speechless saya, Teh. Menulis memang salah satu terapi jiwa, ya. Tuliskan kesedihan itu, Teh. Semoga bisa sedikit mengurangi beban. Dan semoga, Allah segera mengganti apa-apa yang hilang itu dengan yang lebih baik. Aamiin.

  11. Innalillahi, Teh Okti… pengin peluk rasanya. Keterlaluan sekali itu yang mengambil semua milik Teteh, semoga Allah akan mengganti dengan yang lebih baik ya Teh. Sampai speechless aku baca kabar ini. 🙁

  12. Insyaallah akan hadir yang lebih baik setelah ini, Mbak. Saya kan beberapa kali mampir ke blog lamanya, agak bingun tadi….
    Semoga Allah segera memberikan yg terbaik, ya mbak. Saat kebaikan datang biasanya akan datang beruntun saat kita mulai bisa ihklas.
    My thought with you.

  13. Kebayang ya Allah pasti pikiran jadi ruwet ya Teh menghadapi itu semua, tapi cuma bisa bantu doa dari sini. Tetap semangat, ya, Teh… semoga ada ganti rezeki yang lebih baik, dan juga semoga suami lekas sembuh. In sya Allah masih ada Allah yang jaga, yang menguatkan.

  14. Ya Allah mbak… semoga yang hilang bisa terganti berkali-kali lipat ya mbak.. amin… walau sulit tapi tetap positive thinking ya mbak. Time will heal everything 🙂

  15. Semua yang hilang digasak maling semoga tergantikan dengan yang lebih baik ya, Mba
    Percaya saja bahwa semua dariNya dan akan kembali padaNya.
    Anggap Allah menarik semuanya untuk digantikan dengan yang lebih baik

  16. Ya Allah, turut sedih Mba dengarnya
    Ujian yang badir seolah beruntun
    Semoga setelah ini ada kemudahan ya Teh
    Semoga Allah gantikan semua yang hilang dengan lebih baik
    Semoga suami lekas pulih
    Semoga rezeki Allah datangkan berkali-kali lipat. Aamiin

    Kalau blognya coba dihapus komentar yang indikasi spam Teh (link)
    Aku juga blog wordpress kemarin gak bisa share karena dianggap spam.
    Makanya pindah blogspot.

  17. Dear Teteh,
    Aku mau peluk Teteh dulu….

    Aku bingung mau komentar apa, lalu aku browsing Teh…

    … dan menemukan ini

    “… musibah atau anugerah selalu hadir dalam kehidupan manusia. Entah besar maupun kecil. Lazimnya musibah diidentikkan dengan hal-hal buruk yang merugikan kita, sementara anugerah adalah hal-hal baik yang menguntungkan kita.

    Sejatinya, predikat “baik-buruk” atau “untung-rugi” bukan terletak pada jenis peristiwa atau sesuatu yang kita terima melainkan bentuk sikap kita saat merespon peristiwa atau sesuatu tersebut.

    Dengan bahasa lain, “musibah” kadang menjadi anugerah bagi orang tertentu namun tidak bagi orang lain, sementara “anugerah” justru menjelma musibah bagi sekelompok orang tapi tidak bagi orang lainnya.”

    Rasulullah mengajarkan, saat kita tertimpa musibah agar membaca doa berikut ini:

    إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها
    Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.

    “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”

    Dalam hadits Shahih Muslim disebutkan bahwa barangsiapa membaca doa tersebut, niscaya Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan memberinya ganti yang lebih baik daripadanya.

    Semoga berkenan ya Teh…
    Peluk Teh…

  18. Peluk teh Okti🤗🤗 aku hanya bisa mendoakan terbaik yaa teh 🙏🙏 semoga selalu dikuatkan Allah utk teh Okti sekeluarga. Alhamdulillah ada tanaman yang menjadi obat pengurang stress💙💙

  19. AStaghfirullah aku mewek bacanya,, ternyata ada orang yang mengalami ujian yg jauh lebih berat dari aku.. beberapa hari lalu itu ternyata hanya ujian kecil yang ga ada apa2nya sama ujiannya teh okti.. Semoga kehilangan akan digantikan dengan keberadaan berbagai hal.. Semoga suami teh okti pulih lagi secepatnya.. aamiin ya Rabb

  20. Yuk sirami dulu dengan sholat, dzikir, doa , puasa, sedekah. Mungkin Selama ini Kita jauh Dari Sang Pemilik Kita, DIA rindu ingin Kita datang kehadiratnya, berkeluh kesah Dan memohon PertolonganNYA. Semoga padai cepat berlaku, Semangat

  21. kita mendapatkan ujian agar kita lebih kuat kedepanya mbak.. semoga suaminya lekas sembuh agar bisa beraktifitas kembali dan ujian lainnya semoga cepat selesai.. aamiin…

  22. Tulisan Teteh diselesaikan selama satu bulan ini, daku malah pernah lebih dari setahun itu tulisan masih ada di folder nggak kepegang buat di edit, tapi dibawa enjoy biar nggak stress, alias tetep Teh #SemangatCiee 😘

  23. Ya Allah, Teh Okti yang sabar ya. Semoga diberikan ganti laptop, HP dan barang lainnya yg diambil orang itu dengan ganti yg lebih baik. Semoga suami teh Okti juga diberikan kesembuhan dan bisa kembali beraktifitas lagi.

    Utk kasus blog yg tidak bisa share, ikut mendokan semoga blognya bisa pulih. Saya jarang share link postingan di FB, kecuali kalau ada rikues terkait postingan. Jadi lbh hati-hati dengan kejadian blog yg dialami blognya Teh Okti ini.

    Salam semangat dan semoga bahagia selalu ya mbak

  24. Innalilahi,
    Teh Okti, semoga diberikan kekuatan dan kesabaran ya. Suami segera lekas pulih dan sehat kembali. Apa yg udah diambil oleh maling itu, bisa digantikan dg rezeki lainnya ya mbak. Semangat Mbak Okti,
    Bismillah

  25. Menurut sy sih teh
    Sebagian besar kekuatan utk menanggulangi stress itu ada di dalam diri….
    Di pikiran, hati, n jiwa kita.
    Meskipun dukungan dan faktor di luar kita jg bermakna…
    Bismillah teh… InsyaAllah semua indah pada waktunya

  26. Semoga Alloh Swt menggantinya dengan lebih baik. Aamiin Ya Robbalalamin.

    Benar Teh Oki, bak tanaman kita pun memang perlu membenahi diri sendiri untuk bisa terus tumbuh dan hidup.

    Mencoba menenangkan diri, berusaha mencari penguat “akar” diri, bismillah bisa tampil penjadi pribadi yang lebih dari kmrn, karena Alloh Swt.

    Bismillah selalu diberi kekuatan oleh-Nya teteh, kaget juga baca tulisan ini. Yang saya tahu Teh Oki suka berpetualang dan selalu semangat.

    Bismillah ini semua segera berlalu …
    Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *