Agar Anak Tetap Aktif dan Sehat Saat Liburan

Agar Anak Tetap Aktif dan Sehat Saat Liburan

Agar Anak Tetap Aktif dan Sehat Saat Liburan

Sudah hari Sabtu lagi. Liburan kemana kita? Ke pantai, ke gunung, ke mall, ke taman, ke undangan pernikahan atau di rumah saja?

Liburan menurut kami tidak harus pergi jauh, kok. Asal waktu yang dilalui diisi dengan kebersamaan dan berkesan. Lebih mempererat kedekatan antara sesama anggota keluarga. Bisa merefresh kejenuhan dari segala kegiatan yang sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Sehingga besok Senin saat harus kembali beraktivitas semangat serta kinerja sudah full happy kembali.

Kemanapun liburannya bagi kami semua tetap diawali dari kegiatan di rumah. Memang sejak berkeluarga, memiliki anak dan mengasuh serta membesarkannya saya sudah membiasakan, meski saat libur kegiatan wajib di rumah tetap dijakankan, tidak berubah.

Liburan Tipis-tipis Ala Keluarga Petualang. Apa saja kegiatan wajib kami?

Meski libur, saya, suami maupun anak tetap harus bangun pagi. Lanjut beres- beres rumah dan halaman, berolahraga maupun kegiatan rutin lain seperti belanja ke pasar, kegiatan ke kebun, dan sebagainya.

Ya, libur bukan berarti boleh tidur larut malam, lalu bangun sampai siang. Kami tetap membiasakan –khusus terhadap anak– untuk bangun tetap pagi, subuh berjamaah dan lanjut kegiatan lainnya.

Saat anak sudah besar, memang Fahmi pernah protes, “Bu, ning si anu mah kalau libur boleh tidur di atas jam 9 malam. Naha Ami mah ga boleh?”

“Ibu dan ayah mah tidak adil. Si A itu bangunnya boleh siang, Ami mah subuh-subuh sudah disuruh bangun,” katanya sambil cemberut

“Teman Ami mah boleh nonton tv lama-lama, boleh main game sepuasnya… Naha Ami mah ga boleh?” dan protes-prortes lainnya.

Kami hanya tersenyum dan memberikan pengertian. Kalau kita ini punya kewajiban subuh. Itu yang harus diutamakan. Lebih utama kalau tepat waktu sehingga bisa berjamaah.

Fahmi hanya mengangguk. Meski waktunya subuh masih suka susah dibangunkan tapi setelah sering dikasih pengertian ia tidak lagi protes ini itu kalau pas hari libur sekolah. Tidak lagi membandingkan dirinya –yang harus tetap mengikuti aturan di keluarga kami– dengan teman-temannya yang katanya bebas.

Jika tidak bepergian, meski di rumah saja, berolahraga tetap kami lakukan. Jalan kaki, main bola atau lari di lapangan desa, bersepeda, atau sekedar menyapu dan pel teras rumah kalau kebetulan hari hujan. Yang penting anak bisa ikut aktif bergerak, tidak menganggap libur itu saatnya nonton TV sepuasnya lalu malas ngapa-ngapain.

Siang sedikit waktu yang ada kami gunakan untuk berkumpul bersama keluarga. Kalau di rumah saja bisa bermain game bersama, membaca buku, masak camilan atau berkebun.

Jika memungkinkan kami ajak anak silaturahmi ke rumah neneknya. Jumpa dengan sepupu, saudara lain dan berkegiatan bersama seperti berenang. Kalaupun ada bermain game bersama tetap dalam pengawasan orang dewasa.

Supaya anak tetap sehat dan aktif saat liburan saya memastikan untuk:

1. Anak tetap lakukan kegiatan rutin.
2. Jaga pola tidur anak.
3. Aktivitas anak dalam pantauan orang dewasa.

Ketika liburan diisi dengan acara di luar rumah maka saya pun harus memastikan bekal anak tercukupi. Bukan hanya cukup dilihat dari kuantitas tapi juga kualitasnya. Seperti bekal makanan, pastikan ada camilan anak yang mengandung protein, sayur dan buah. Untuk minumannya saya juga memilih menyiapkan bekal dari rumah. Selain mengurangi limbah sampah kalau harus beli minuman di luar, juga supaya kebersihan dan keamanannya benar-benar terjaga.

Susu kemasan yang disukai anak biasanya jadi pilihan saya. Selain praktis dan ekonomis, kandungan nutrisinya juga memang tengah dibutuhkan Fahmi dalam masa pertumbuhannya.

Begitulah, mengisi waktu liburan kami memang sederhana. Bukan tidak ingin melancong jauh, tapi memang kondisi keuangan serta waktu yang kami miliki yang tidak banyak. Yang kami tekankan, mau liburan atau tidak anak tetap mengetahui apa yang harus dilakukan sehingga tidak melanggar kebiasaan yang sudah kami tanamkan sejak ia kecil. Hingga anak dewasa kelak ia sudah bisa stabil dalam mengelola keinginan yang didampingi keadaan.

#GenerasiMaju #MombassadorSGMEksplor #SGMEksplor

16 thoughts on “Agar Anak Tetap Aktif dan Sehat Saat Liburan

  1. Setuju mbak..jika pas libur aturan dilonggarkan, khawatirnya hari sekolah pembisaannya susah lagi. Mendingan dianggap sama yaa.. hanya kegiatan wajib seperti belajar untuk sekolah biasanya yang saya longgarkan. Biar istirahat otaknya:)

  2. Liburan mah tetep subuhan bareng, tp anak2ku yang gede biasa ya tidur lagi 😐
    Kalau yg kecil tetep bangun pagi n gebrak2 bapakke minta jalan2 pagi. Btw ku baru tau kalau SGM ada kemasan praktisnya

  3. Iya mba, pola tidur sama pola makan anak jangan sampai berkurang atau telat. Aku pernah ngerasain liburan karena pesawat delay jadi telat makan, pas sampai negara itu, anak aku malah sakit panas karena masuk angin.

  4. Emang kalau ada anak kecil suka ada yg gk terduga ya mbak. Pas sblm liburan siapin dulu fisiknya biar anaknya jg sehat saat kita ajak liburan 😀
    Trus sounding2 krn biar gak capek pas jalannya.
    Sama sih kalau liburan biasanya jg bawa susu kemasan supaya anak2 jg tetep bis nyemil2 sehat 😀

  5. Aku pun selalu punya aturan untuk anakku, kalau hari libur bebas waktunya walaupun tetap ada syaratnya. Hahahahaaa… Main handphone yang biasanya ditunggu sama anakku karena waktunya lebih banyak daripada hari dia sekolah.

  6. kalo anak sehat dan ceria saat dibawa liburan, otomatis orang tua pun ikut senang yaa.. memberi pendampingan aktif terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi, keseimbangan pola tidur, juga pemberian stimulasi sangat penting di masa pertumbuhan anak..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *