Jumpa Keluarga Keduaku di Tahun Baru

Jumpa Keluarga Keduaku di Tahun Baru

Tahun baru keluarga majikan. Sumber foto dari akun fb majikan

Notifikasi inbox berbunyi. Wah dari si Bos di Taiwan. Segera saya buka demi menghilangkan rasa kepenasaran.

“Ayi, kami akan liburan tahun baru ke Indonesia. Bisa kita ketemu?” Tanyanya.
“Terserah mau di Jakarta atau Bali. Anak-anak ingin ketemu. Kabari segera ya…”

Saya lihat penanggalan di kalender. Oh pantas. Sebentar lagi tahun baru china. Chinese Lunar New Year jatuh pada tanggal 5 Februari hari Selasa. Bos saya yang orang Taiwan itu sepertinya akan mengisi liburan panjangnya dengan liburan tahun baru China ke Indonesia.

Memang setelah saya finish contrac komunikasi dengan majikan yang seorang pramugari dari sebuah maskapai penerbangan internasional itu tidak pernah putus. Terlebih anak-anak yang dulu saya rawat sejak lahir sudah sangat dekat dan tidak mudah begitu saja melupakan saya.

Setiap ada penerbangan ke Jakarta atau Bali, majikan selalu menelepon saya. Ngajak ketemuan meski sebentar. Biasanya kalau pas nginap di Jakarta saja, sih. Kalau sedang fly ke Bali, kami hanya ngobrol di udara saja.

Terakhir mereka liburan ke Indonesia pada liburan sekolah musim panas tahun 2016, saat itu majikan membawa anak dan orang tuanya berlibur ke Bali. Saya dihubungi. Apalagi Ama (nenek) ibunya majikan yang sangat baik terhadap saya juga ikut berlibur.

baca ini: Alternatif Liburan Anak di Kampung 

Tapi sayang saat itu saya tidak bisa menemui mereka ke Bali. Bukan kami tidak ada biaya, karena tiket dan akomodasi sudah dikasih majikan, tapi saat itu pas Fahmi, putra saya mendadak sakit. Saya memilih batal menemui mereka dong, karena waktu itu Fahmi tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan penerbangan ke sana.

Ariel dan Emma ketika saya asuh. Sumber foto dari akun fb majikan

Mendengar itu majikan sangat sedih. Saya pun merasakan itu. Ariel dan Emma, anak majikan yang sudah saya anggap seperti anak sendiri juga pada cemberut. Mereka sudah membayangkan akan ketemu Ayi-nya (Ayi adalah panggilan mereka kepada saya), tetapi batal begitu aja.

baca juga: Tips Mengatasi Anak Merajuk 

Awalnya majikan memberikan ide mau mereka saja yang akan menemui saya di kampung. Tapi saya cegah dengan halus. Perjalanan ke kampung saya sangat jauh dari bayangan mereka. Kasihan. Apalagi membawa anak-anak dan Ama. Takutnya sampai ke kampung saya mereka sakit karena mabuk di perjalanan.

Awalnya mereka keukeuh mau ke tempat saya. Tapi setelah saya kasih bukti kalau ke kampung saya hanya bisa dijangkau dengan kendaraan sejenis elf alias mini bus dengan kondisi jalan bolong-bolong dan naik turun, tidak ada jalan mulus seperti perkampungan di Taiwan, tidak ada rute kereta api, apalagi dengan pesawat terbang, akhirnya mereka bisa mengerti.

Solusinya majikan membiarkan mereka dan saya video call melalui Skype. Meski sinyal dan internet loading lama, tapi kami akhirnya bisa tertawa-tawa bisa melampiaskan kangen dan rasa ingin jumpa.

”Libur kuo nien (tahun baru China) hanya dua mingguan, kami memiliki waktu untuk berlibur paling lima hari.” Pesan si bos menyusul kembali. Hem… Berarti awal Februari mereka diperkirakan sudah liburan ke Indonesia.

Ariel dan Emma saat merayakan kuo nien (tahun baru). Sumber foto dari akun fb majikan

Saya bingung juga mau jawab apa. Ya atau tidak? Sekarang Fahmi sudah sekolah. Demikian juga ayahnya. Kalaupun libur, ya cuma sehari. Selasa tanggal 5 nya saja. Kasihan Fahmi dan ayahnya kalau harus banyak bolos. Semester pertama kemarin saja Fahmi sudah ada 10 kali izin.

Kecuali kami ketemuan di Jakarta. Mungkin bisa diusahakan minta izin sehari ke pihak sekolah. Jarak dari Cianjur ke Jakarta bisa ditempuh pulang pergi satu hari. Ya, biar sekalian Fahmi juga bisa ikut liburan ke ibu kota. Saya yakin kalau keluarga majikan tidak keberatan merayakan tahun baru di mana saja selagi aman.

tahun baru China tentunya sangat sakral bagi majikan saya dan keluarganya. Momen dimana mereka merayakan kebahagiaan bersama keluarga besar, mulai tanggal 1 pada penanggalan Chinese, sampai tanggal 15 atau perayaan Cap Go Meh. Pada hari lantern festival itu biasanya anak-anak merayakan puncak kegembiraan bersama keluarga. Betapa berartinya saya bagi keluarga majikan, jika tahun baru China kali ini mereka mau liburan dan bertemu dengan saya.

Semoga saja Fahmi dan suami bisa diajak. Kami semua sehat sehingga saya bisa berjumpa dengan keluarga kedua saya yang selama hampir tujuh tahun saya ikuti di Taipei sana.

Wo ye yau khan nimen, Ariel ken EmmaSejak mereka masih dalam gendongan, kini mereka sudah tinggi melebihi saya bahkan ibunya. Terimakasih sudah menjadikan saya bagian dari keluarga besar.

Keluarga majikan keluarga kedua saya di Taiwan. Sumber foto dari akun fb majikan

11 Comments

  1. Diyanika

    13 Januari 2019 at 7:32 pm

    Mbaaaak, aku bacanya kok hepiiii banget ya. Meskipun sudah tidak bekerja lagi dengan mereka tapi hubungan baik masih terjalin. Semoga sekeluarga sehat selalu sehingga besok Februari bisa berjumpa dengan keluarga kedua, Mbak.

    1. Teh Okti

      13 Januari 2019 at 7:37 pm

      Amiin…
      iya Alhamdulillah mereka baiiik sekali…

  2. Dian Ravi

    13 Januari 2019 at 10:42 pm

    Senang ya silaturahmi bisa terus terjaga seperti ini. Semoga terus selamanya ya, Teh. Aamiin

  3. gita siwi

    14 Januari 2019 at 8:27 am

    Teh ti nggak apa apa juga kali satu hari mereka ke Cianjur. Suami kamu ti yang bantu prepare. Insya Allah kalau niat mah Allah lindungi perjalanan jadi hangat pertemuan dirumah kan. Salam hangat dan hormat buat Ama .

  4. endah marina

    14 Januari 2019 at 9:56 am

    hubungannya masih terjalin baik hingga kini ya teh, alhamdulillah banget ya teh. ikut bahagia masih berhubungan baik dengan bos yg dulu ya teh. apalagi itu di poto2 anak-anaknya gemeshh banget saya. semoga pas liburan imlek bisa ketemu ya kalian ..

  5. Alaika

    14 Januari 2019 at 1:02 pm

    Teh Okti, duh baca tulisan ini rasanya haru banget deh. Kebaikanmu dan ketulusan bekerja bersama mrk sungguh membekas di jiwa mrk ya? Tak hanya dikenang, tapi dirindu. Semoga Fahmi, Teh Okti dan suami sehat ya… smg kali ini diberi kesempatan oleh-Nya bagi kalian untuk reunian. Seneng deh baca tulisan ini…

  6. Adi Pradana

    14 Januari 2019 at 5:34 pm

    Silaturahmi yang terus terjaga. Rejeki yang perlu disyukuri…

  7. charles

    14 Januari 2019 at 6:24 pm

    Wah baru tahu ya latar belakang Teh Okti…tersentuh dengan kisah ini..ternyata ikatan hubungan itu melebihi pekerjaan ya..luar biasa tidak semua hubungan pekerjaan berakhir demikian…

  8. Nurul Sufitri

    14 Januari 2019 at 8:04 pm

    Alhamdulillaah ikut bahagia ya Teh okti diperlakukan dengan sangat baik oleh majikan dan keluarganya. Meskipun kini kontrak kerjanya sudah berakhir, mereka masih menelepon, ingin bertemu pasti kangen yaaa. Apalagi anak2.majikan diasuh sama teteh 😘 Semoga hubungan baik ini berlangsung selamanya ya.

  9. Gioveny

    15 Januari 2019 at 2:23 am

    Jangankan orang asli sana, saya juga ikut bahagia teh pas tahun baru cina karena biasanya hujan hahaha. Pernah juga lihat atraksi barongsai, keren juga!

  10. Komi Kendy

    15 Januari 2019 at 7:42 am

    Senangnya teh, silaturahim dengan keluarga bos di Taiwan masih terjalin dengan baik. Sampai-sampai mereka ingin ketemu nyusulin ke kampung halaman teteh di Cianjur. Semoga sama-sama diberi kesehatan dan kesempatan bertemu kembali di Jakarta. Amin

Leave a Reply