Cerita Garam dan Anak

“Bu, kenapa garam asin?” Tanya Fahmi suatu ketika. Dijawab apa coba?

“Garam bagus buat kesehatan kita ya?” Lanjutnya.

Saya hanya tersenyum. Berusaha menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahaminya. Kalau garam memang banyak manfaat untuk manusia. Garam yang mengandung yodium dibutuhkan oleh tubuh kita untuk membantu perkembangan jaringan otak dan menjaga kesehatan kelenjar tiroid.

Tapi seperti hukum alam, segala sesuatu itu menjadi tidak baik kalau berlebihan. Begitu juga dengan garam.

“Kalau kelebihan garam nanti jadi ikan asin ya, Bu? Hihihi…” seloroh Fahmi. Saya ikut tertawa.

“Kalau tubuh kita memiliki kelebihan kandungan garam, dampaknya buruk kepada kesehatan. Soalnya bisa memicu berbagai penyakit berbahaya seperti meningkatnya tekanan darah, stroke, obesitas, bahkan juga penyakit jantung. Karena itu sebaiknya hindari kelebihan mengonsumsi garam.”

“Nenek sakit stroke, makannya ikan asin terus sih…”

“Hust! Ga boleh gitu…”

“Cerita lagi dong, Bu…” Fahmi duduk manja.

Saya bilang karena itu kenapa ibu sebisa mungkin menghindari memberikan makanan yang mengandung kadar garam tinggi kepada Fahmi.

“Makanan apa saja itu, Bu?”

“Ada banyak. Seperti daging-daging olahan, junk food, mie instant, sampai jajanan anak yang mengandung banyak MSG.”

Fahmi manggut-manggut. Seperti orang dewasa saja.

Saya memang memilih belajar masak. Meski sangat sederhana, tidak mengundang selera dan bahkan mungkin tidak enak, tapi tetap berusaha masak buat keluarga. Karena dengan masak sendiri di rumah saya pikir saya bisa mengatur kadar garam masakannya.

“Ibu berusaha untuk menekan sekecil mungkin memberikan makanan kepada Ami khususnya makanan yang mengandung garam. Sesering mungkin ibu menyediakan berbagai makanan dari berbagai bahan dan rasa, agar Fahmi bisa belajar merasakan berbagai citarasa makanan lain.”

“Oh, pantesan ibu mah suka kasih Ami makan banyak buah dan sayur saja,” ucapnya sedikit cemberut.

Makanan bergizi plus susu SGM mengandung complinutri

“Hehehe, ibu kan ingin Ami terus sehat dan tumbuh kembangnya baik. Jadi ibu kasih banyak buah dan sayur serta minum susu yang mengandung complinutri minimal 2 kali sehari.”

“Makasih Ibu, Ami sayang Ibu…” nih anak makin manja saja. “Tapi Ami boleh makan kentang goreng kan ya, Bu? Gapapa, jangan pakai garam saja.”

Hahaha! Dasar anak, ada-ada saja.

#SGMEksplor #GenerasiMaju #MombassadorSGMEksplor

Info dari ahli nutrisi @akuanaksgm

7 Comments

  1. Alma Wahdie

    28 Oktober 2018 at 12:23 am

    Bageur aa Fahmi antusias ngelmu :* btw, baru nyadar blog baru ya teh?

    1. Okti

      28 Oktober 2018 at 6:40 am

      Blog cerita anak aja buat kenangan kelak jika sudah besar, hehehe

  2. arisanti we

    28 Oktober 2018 at 5:12 am

    Asih Ami, kamu pintar sekali nak. Salam kenal dari Tante ya. Hhe

    1. Okti

      28 Oktober 2018 at 6:47 am

      Salam kenal kembali katanya
      Hehehe

  3. irni

    28 Oktober 2018 at 5:15 am

    Aku suka rasa asin mbak. emang gak boleh ya dibiasain. Tapi aku akalin dengan garamnya gak dimasak, tapi ditambahin. Karenakan yang aku baca garam akan jadi jahat karena proses pemanasan, jadi klo garam belum diolah ya gak masalah 😅

    1. Okti

      28 Oktober 2018 at 6:49 am

      Wah ilmu baru nih.
      Iya nih seringnya kalau ngerujak garamnya malah lebih enak dicocol langsung ya hehehe

  4. Rita Asmaraningsih

    28 Oktober 2018 at 6:58 pm

    Duh lucunya Fahmi, kalo kelebihan garam jadi asin ya..hehehe..keluguan khas anak2..

Leave a Reply