Tips Mengajarkan Anak Belajar Disiplin

Tips Mengajar Anak Belajar Disiplin

Semua orang tua ingin anaknya disiplin. Tapi namanya juga anak-anak, pasti selalu saja ada anak yang “membantah”. Jika itu terjadi, sebagai orang tua kita jangan langsung marah apalagi memberi hukuman atau sanksi kepada anak. Karena belum tentu anak tidak (bisa) disiplin adalah (murni) kesalahannya, siapa tahu kita sebagai orang tua atau orang dewasa di sekitarnya justru jadi penyebab anak-anak tidak (bisa menjadi) disiplin.

Jangankan anak, orang dewasa saja buibu pakbapak banyak kok yang tidak disiplin. Sekelas pegawai negeri sipil atau tentara saja sampai aparat keamanan banyak kok yang tidak disiplin. Jadi jangan mengharap anak (kecil) harus bisa disiplin kalau orang dewasa sekitar mereka pun masih harus didisiplinkan.

Tapi bukan berarti anak dibiarkan begitu saja. Karena kedisiplinan juga harus diajarkan sejak dini. Agar anak terbiasa, bisa dan membiasakan sampai ia kelak jadi dewasa, orang tua dan kembali menularkan kedisiplinan nya kepada anak cucunya.

Disiplin itu perlu dipelajari. Tidak susah, tapi harus dibiasakan. Karena itu perlu waktu. Perlu dibiasakan. Berikut tips belajar disiplin untuk anak:

Tips Mengajar Anak Belajar Disiplin

A.

Saat anak melanggar aturan yang telah dibuat, coba kita tegur baik-baik. Yang kita tegur adalah perilaku terkait kesalahan anak dalam melanggar aturan, bukan menegur sifat anak.

Misalkan anak tidak menyimpan mainan pada tempatnya, kita tegur dengan mengingatkan kalau setelah bermain itu mainan simpannya dimana ya… Dan kita bantu atau melakukan bersama menyimpan mainan itu. Bukan dengan mengatakan “Tuh dasar anak pemalas. Mainan selalu saja gak pernah disimpan lagi…”

B.

Saat menegur anak, sampaikan dengan nada suara yang tenang, dan tidak membentak. Tapi tetap bernada tegas sehingga anak merasa diperhatikan. Bukan dimanja.

C.

Beri anak kepercayaan supaya ia merasa dihargai. Kasih pilihan yang hasilnya tetap menyemangati nya untuk berbuat lebih baik lagi. Dengan memberikannya pilihan, anak akan merasa percaya diri ketika memilih dan ia akan termotivasi untuk selalu berbuat lebih baik.

D.

Buat aturan yang disepakati anak sejak awal, bukan ketika anak melakukan kesalahan.

Ketika ulang tahun misalnya anak minta dibelikan mainan dan orang tua menyetujui. Sebelum membeli mainan itu, buat kesepakatan dulu, misalnya baik mainan akan dibeli, tapi harus menyimpan dengan rapi setelah selesai bermain. Jika tidak, maka akan mendapatkan “hukuman” tidak boleh main selama 24 jam setelah mainan dirapikan.

E.

Buah jatuh tidak akan jauh dari pohon. Anak akan disiplin kalau orang tua atau lingkungannya pun berbuat disiplin. Jadi jangan mengharap anak bisa disiplin kalau kita sebagai orang tua atau orang dewasa di lingkungan terdekatnya masih jauh juga dari kata disiplin.

Alih-alih menyuruh kepada anak, yang baik sebagai orang tua atau orang dewasa adalah berbuat terbaik dulu saja sehingga tanpa disuruh pun kita akan menjadi contoh terbaik bagi anak-anak.

**

Anak generasi maju jaman sekarang sudah cerdas dan kreatif. Banyak anak yang tanpa harus diajari sudah bisa belajar sendiri hanya dengan modal melihat dan mengamati lingkungan sekitarnya.

Anak generasi maju tidak lagi harus kita ajarkan, tetapi ada yang cukup kita arahkan saja. Sehingga ia bisa melakukan apapun namun tetap dalam aturan dan tidak melanggar ketentuan.

Siapa tidak ingin punya anak hebat? Setiap orang tua pasti ingin punya anak yang cerdas, kreatif, mandiri, supel, percaya diri, tumbuh sehat, tinggi dan kuat, serta disiplin, bukan? Caranya mudah, cukup bimbing anak dan orang tua memberi contoh yang baik saja.

 

#SGMEksplor #GenerasiMaju #MombassadorSGMEksplor

 

10 Comments

  1. Ida Tahmidah

    5 Oktober 2018 at 9:32 am

    Ah iya peer banget kadang ortu susah sekali ngasih contoh sisiplin…heu..

  2. Novita Leviyanti

    5 Oktober 2018 at 3:14 pm

    Setuju banget …anak jaman now lebih kritis jadi harus beri contoh dulu sebelum memberi perintah

  3. Rita Asmaraningsih

    5 Oktober 2018 at 5:59 pm

    Bikin kesepakatan terkait pelanggaran kesalahan yg dilakukan si anak maka dia akan mendapat ganjaran hukuman..

  4. Sara Neyrhiza

    5 Oktober 2018 at 11:19 pm

    setuju mbak dengan tips tipsnya..memberi contoh itu juga penting, karena anak pasti mencotoh perilaku disiplin dari orangtuanya. Dilain pihak kadang kalau menegakkan aturan, sebagai ibu sering lemah..jadi kurang komitmennya

  5. Nia K. Haryanto

    6 Oktober 2018 at 6:28 am

    Yang E nih yang seringkali terabaikan. Kita sering nuntut anak disiplin. Ortunya sendiri gak disiplin. Huhuhu… saya pisan ini mah. 🙁

  6. Dzulkhulaifah

    6 Oktober 2018 at 1:04 pm

    Menegur dengan nada tenang ini yang agak sulit yaaa. Kadang emak lepas kendali 🙁
    Tapi makasih banget nih tipsnya, semoga generasinya anak-anak kita sekarang terbiasa dengan disiplin. Karena negara ini nantinya akan berada di tangan mereka.

  7. Tukang Jalan Jajan

    6 Oktober 2018 at 4:06 pm

    Anak anak emang harus ditanamkan sejak kecil supaya sudah dewasa bisa gampang membagi waktu. Pasti jika sudah terbiasa maka lebih gampang membagi waktu dalam bekerja

  8. ZILQIAH

    8 Oktober 2018 at 8:45 am

    good job bundaa
    setuju banget
    aku juga sepertinya akan menerapkan sistem dan tips tips kayak begini hehehe

  9. Tika Samosir

    8 Oktober 2018 at 9:27 am

    Mengajarkan anak disiplin belajar mulai dini memang penting banget ya… Boleh juga neh tipsnya mba. Oh anaknya mengkonsumsi susu SGM ya.

  10. Elvina Yanti

    9 Oktober 2018 at 10:06 am

    Bener banget Teh, untuk point B setuju banget. dirumah ada adik, dan kalau di bentak gitu malah nggak nyangkut..
    makasih banget teh, walaupun belum jadi ibuk, tapi ini infonya tjakep banget 🙂

Leave a Reply