Tuntutan Orangtua Pada Anak?

Adakah Tuntutan Orangtua Pada Anak?

 

Sabtu sedikit mendung tapi terasa begitu ceria. Banyak orang di rumah berbagi bahagia bersama Fahmi. Sepupu Amanda, Paman, dan Nenek dari Sukanagara, ditambah ibu guru Fatimah guru kelas Fahmi, datang juga bersama Ibu guru Latif, dan Dude, teman satu kelas Fahmi mewakili seluruh teman-teman. Sayang mereka datang tidak sempat foto. Mereka mampir memang sangat sebentar.

Semua mendoakan kesembuhan Fahmi, secara Senin kemarin Fahmi baru saja dikhitan. Di daerah kami, khitanan masih terbilang sakral. Proses dimana anak laki-laki dianggap telah melewati proses menyulitkan selama usianya.

โ€œCepat sembuh ya Mi. Biar bisa sekolah lagi. Kalau sudah dikhitan pertumbuhan serta perkembangan fisiknya pasti tambah pesat.โ€

โ€œIya, soalnya Fahmi kan anaknya kecil…โ€

Saya hanya tersenyum dan membelai Fahmi. Banyak yang bilang demikian. Saya sebagai ibunya hanya bisa mengaminkan doa terbaik dan menjauhi yang bernada negatif. Apapun kalau yang terbaik bagi anak, selalu mendukung. Fahmi di sekolahnya memang terbilang anak paling kecil. Maklum secara dari segi usia juga Fahmi memang paling muda. Dibanding sepupunya Amanda pun, Fahmi lebih muda usianya 6 bulan.

Fahmi bersama Amanda, sepupu yang usianya lebih tua 6 bulan

Saya bukan tipe ibu yang banyak menuntut supaya anak cepat besar, cepat bisa ini, cepat bisa itu. Saya tahu setiap anak punya keistimewaan masing-masing. Sekolah pun keinginan yang utama bukan ingin anak bisa menulis dan membaca, karena untuk itu tidak perlu sekolah pun di rumah kami selalu belajar bersama. Yang kami harapkan ialah Fahmi bisa bersosialisasi, kreatif dan cerdas.

Fahmi tipe anak yang pemalu. Susah beradaptasi jika bertemu dengan orang yang baru dikenal atau tempat yang baru dikunjungi. Dengan menyekolahkannya, besar harapan kami ia bisa belajar banyak untuk berjumpa dengan berbagai kondisi dan situasi. Belajar di rumah saja tidak cukup. Sebagai mahluk sosial, meski pemalu kami harus membiasakannya bisa bergaul.

Jika urusan ahlak dan karakter baik anak kami percayakan kepada para guru di sekolah dan guru mengaji, (disamping dalam pantauan dan tanggung jawab kami selalu orang tuanya) maka untuk kebutuhan nutrisi dan asupan gizinya Fahmi saya percayakan kepada Susu SGM Eksplor Complinutri.

Kenapa tergantung kepada susu? Bukan tergantung, tapi ini ikhtiar kami selaku orang tua.

Saya tahu Fahmi susah makan makanan mengandung protein baik hewani maupun nabati. Padahal untuk pertumbuhannya kandungan protein itu sangat dibutuhkan. Sebagai penggantinya maka saya memberikan susu SGM Eksplor Complinutri.

Saya, keluarga, bahkan sebagian besar teman-teman di kampung ini mempercayakan cukupan nutrisi buah hati kepada susu SGM. Sebagai orangtua pastinya kita sangat mendukung supaya anak-anak kita jadi anak generasi maju, kan ya?

Dengan segala kebaikannya, SGM Eksplor Complinutri dukung buah hati jadi anak generasi maju dengan 5 potensi prestasi.

Prestasi apa saja?
1. Cerdas kreatif
2. Tumbuh tinggi dan kuat
3. Mandiri
4. Supel
5. Percaya diri.

SGM Eksplor mudah didapat meski tinggal jauh di luar kota karena sudah tersedia di toko-toko atau minimarket.

Ketika para guru dari sekolah Fahmi pamit pulang, diikuti sepupu Amanda, bersama paman dan neneknya tidak lama juga pulang, Fahmi dengan ceria mau bersalaman, dan melambaikan tangan ketika mengantar mereka hingga depan pintu.

Melihat itu saya semakin yakin apa yang kami usahakan tidak ada yang sia- sia. Fahmi mulai bisa berinteraksi, bersosialisasi dan supel.

Semoga terus maksimal ya, Nak. Ibu tidak akan menuntut banyak, karena bagi ibu, sudah bisa melihatmu bisa bermain bersama teman sebaya adalah sebuah kemajuan yang sangat pesat…

5 prestasi anak generasi maju

#SGMEksplorComplinutri
#MombassadorSGMEksplor
#MombassadorComplinutri
#SGMEksplor
#GenerasiMaju

4 Comments

  1. Ayi

    22 September 2018 at 9:54 pm

    Betul, mbak. Setiap anak punya keistimewaan dan keunikannya masing-masing. Tugas kita sebagai orang tua adalah mendukung proses tumbuh kembang mereka dengan sebaik-baiknya.

  2. Suciarti Wahyuningtyas (Chichie)

    23 September 2018 at 8:50 am

    Anakku juga minum susu SGM, ternyata dia suka. Saya pun gak pernah nuntut anak untuk macem-macem, lebih mengikuti perkembangannya saja karena kasihan kalau dituntut macem-macem.

  3. Yurmawita

    24 September 2018 at 8:37 am

    Anak pintar dan hebat pasti berasal dari bunda yang hebat dan didukung nutrisi yang baik. Sukses terus ya nak!

  4. Alaika Abdullah

    24 September 2018 at 1:20 pm

    Wah, Fahmi sdh dikhitan! Cepat sembuh ya, Nak! Insyaallah, nanti pertumbuhan tubuhnya makin pesat yaaa. Yg penting Fahmi tetap jadi anak soleh kebanggaan mama papa, ya! ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜

Leave a Reply