Pencapaian Fahmi: Pertama Kali Tidak Nangis Ketika Disuntik

Pencapaian Fahmi: Pertama Kali Tidak Nangis Ketika Disuntik

Semua melongo. Takjub. Apa yang diperkirakan sungguh meleset! Ya Allah, bahagianya saya sebagai ibunya. Fahmi sama sekali tidak menangis ketika pangkal lengan kirinya disuntik imunisasi MR. Bidan yang menyuntiknya saja sampai memuji. Ini adalah sebuah pencapaian terbaik Fahmi pertama kalinya. Saya terharu dan menghujani Fahmi dengan ciuman serta syukur yang tidak terhingga.

Azkia dan Bunda @ainafahrozi

Ya, ibu mana yang tidak bahagia manakala melihat anak yang sangat dikhawatirkan ternyata mampu menjadi anak baik dan kuat. Terlebih dalam soal disuntik, jangankan anak balita, orang tua saja masih banyak yang ketakutan, bukan?

Tahu sendiri Fahmi anaknya pendiam. Jangankan disuntik, terkena senggol dikit saja seringnya langsung menangis panjaaang. Jatuh sedikit saja buat kaki atau tangannya lecet, manja nya tidak ketulungan. Maka saya dan ayahnya punya keyakinan jika Fahmi disuntik, pasti akan nangis kejer-kejer. Mungkin mengamuk seperti lumrahnya anak lain?

Karena itu ketika kader posyandu di Sindangkerta Desa Pagelaran tempat kami tinggal memberitahukan kalau imunisasi difteri dan MR dimajukan menjadi tanggal 2 (dari seharusnya tanggal 4) April maka saya dan ayah Fahmi siap siap membujuk Fahmi untuk mau berangkat.

Masalahnya, sebelumnya jika mau imunisasi pasti saja harus disertai drama yang berkepanjangan. Malas lah, tidak mau lah, takut lah, dan masih banyak lagi alasan lainnya. Tahu kan kalau imunisasi itu kaitannya sama jarum suntik, obat dan para petugas dengan seragam yang dimata anak tampaknya menakutkan. Jadi wajar kalau anak enggan berangkat. Ibunya lah (biasanya yang mendampingi anak) yang harus pandai membujuk anak. Mengeluarkan berbagai jurus termasuk iming-iming jajan ke minimarket kalau si anak berhasil melewati serangkaian tahapan imunisasi tanpa rewel dan acara mengamuk.

Deal? Biasanya anak setuju. Meski pada kenyataannya janji tinggal janji. Kesepakatan dibuat untuk dilanggar. Anak tetap nangis dan rewel manakala tahu dan melihat lebih dulu anak lain disuntik dan ngamuk juga.

Tapi keajaiban menghampiri Fahmi hari ini. Semua yang hadir di acara imunisasi posyandu tadi pagi jadi saksi betapa Fahmi begitu tenang menghadapi jarum suntik dan sama sekali tidak menangis ketika vaksin memasuki tubuhnya melalui jarum yang disuntikkan ibu bidan.

“Ya Allah, putra saya kuat. Fahmi sama sekali tidak berontak. Fahmi begitu tenang dan tidak mengaduh apalagi menangis.” Dalam hati saya terus bicara disertai rasa syukur tidak terhingga manakala jarum suntik itu masih menancap di pangkal lengannya.

Foto oleh @ainafahrozi

“Pintar ya. Hebat nih… Anaknya berani,” puji bidan dan beberapa ibu yang mengantar anak balita lainnya ketika menyaksikan Fahmi selesai disuntik. Fahmi memang tidak nangis. Entah bagaimana perasaan sebenarnya. Kalau sakit sih pasti iya. Cuma nih anak bisa nahan kali ya?

Karena pencapaian Fahmi itu, selain mendapat pujian dari beberapa orang tua balita yang hadir, serta para petugas posyandu, saya dan ayahnya Fahmi juga membawanya ke minimarket sesuai kesepakatan di awal.

Bintik merah bekas jarum suntik

Es krim dan mainan adalah dua hal yang tidak akan Fahmi lupa. Ia akan dengan berani dan lantang menagih kalau saja kami lupa atau menangguhkan karena misalnya tidak punya uang.

Tapi alhamdulillah. Selalu saja ada jalan serta rezekinya. Rezeki tidak terduga sehingga bisa memenuhi kebutuhan anak dengan jalan baiknya.

Kami sebagai orang tua pastinya hanya bisa berikhtiar dan berdoa. Termasuk demi kesehatan, kebaikan dan masa depan anak. Vaksin kami lakukan sebagai upaya kami demi bisa memberikan yang terbaik buat buah hati. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Foto oleh @ainafahrozi

 

12 Comments

  1. Aan

    7 September 2018 at 5:29 pm

    Jika fase jarum suntik ini berhasil ditaklukan, berarti Fahmi sudah siap utk tantangan lainnya, hahaha.. Moga abang dan dedek sehat senantiasa banggakan dan ceriakan ayah bunda ya

  2. amanda

    7 September 2018 at 10:08 pm

    betul sekali. mencegah lebih baik daripada mengobati.. Waaah adik Fahmi pintar yaa.. gak mau bikin bunda sama ayahnya khawatir. semoga sehat selaluu adik Fahmi

  3. windhu

    8 September 2018 at 12:10 am

    Hebat, berani disuntik dan tidak pakai menangis. Kalau anak sekolah di dekat rumah saya, seperti tingkat Taman Kanak-Kanak biasanya dibujuk dengan memberikan mainan dan memberikan permen oleh pihak sekolah.

  4. Evi Fadliah

    8 September 2018 at 2:31 am

    Baca tulisan ini, jadi inget waktu Key disuntik MR beberapa waktu lalu. Jadi Dokter sama suster udah heboh megangin Key dan udah nyiapin balon, ehh nggak taunya Key tenang banged dan nggak nangis sama sekali. Aku yang tadinya khawatir jadi lega dan bahagiah liat keberanian Key disuntik.

  5. Fenni Bungsu

    8 September 2018 at 5:22 am

    Daku masih inget nggak yaah pertama kali disuntik waktu kecil kek apa, hahaah.. Yang jelas inget sih tangan baju ada titik merah gitu dengan wajahku yang pucet hihi

  6. rizki rakhmat

    8 September 2018 at 5:41 am

    wew anak kecil ga takut di suntik.. keren ih si fahmi ya teh… aku dulu pas di suntik kabur2n.. ahhaha

  7. Anisa Deasty Malela

    8 September 2018 at 8:03 am

    Azzam juga kalau dia yang dapat kesempat pertama di suntik imunisasi ga akan nangis, tapi kalau lihat temannya nangis saat di suntik kok malah kaya ketakutan dan ikut-ikut nangis.

  8. VHAranie

    8 September 2018 at 8:46 am

    yaiy… fahmi hebat.. sehat selalu ya bang.. kedua anak aku kmaren jg gak nangis pas disuntik MR 😀 tp yg cowok agak susah diawal, karena dia udah keburu panik duluan liat banyak anak2 yg nangis.. kejar2an dulu kita, ehh pas disuntik gak ada reaksi apa2, malah bilang “ga pa pa mih ga pa pa” hahaha..

  9. April Hamsa

    8 September 2018 at 8:51 am

    Anak2 kalau vaksin juga gak nangis. Selalu kutekankan kalau disuntik itu sakit tapi dikit aja kyk digigit semut, tapi sehat selamanya.

  10. Eni Martini

    8 September 2018 at 10:41 pm

    Wah, Fajmi hebat nih kayak Mas Pijar ga nangis waktu disuntik. Klp Tante Eni dulu disuntik kejer sampai SMP hehehe

  11. Milda Ini

    10 September 2018 at 8:50 am

    Anak2 aku juga ga ngamuk sih waktu disuntik kalo masih kecil. Tapi udah gede, malah lebih susah ,munhkin karena sudah tahu. Pernah lama banget ngebujuknya.

  12. Hani

    12 September 2018 at 11:36 pm

    Gpp mba nangis juga. Aku aja udah gede masih aja ngeri kalo kalo liat suntikan. Hehe.
    Dedek fahmi pinter euy kaga nangis. Semoga jadi anak sehat selalu ya dek, kebanggan orang tua. Aamiin.

Leave a Reply