Nasib Anak Blogger

Nasib Anak Blogger

Orang bilang inilah nasib anak blogger. Tidak peduli sakit atau lelah dan ngantuk, harus tetap kuat. Ngikutin ambisi emak bapaknya yang ngejar target bisa dapat informasi detail dan jelas, dapat foto bagus dan video unik.

Saat anak demam saya coba menghiburnya dengan melihat suasana senja di Wisata Alam Jangari Cianjur.
Foto diambil oleh Sigit sesama blogger Cianjur

Padahal kenyataannya tidak begitu kok. Saya tahu anak sedang sakit. Butuh istirahat full. Sementara itu kesempatan tidak akan datang dua kali. Karena itu saya negosiasi dengan semuanya. Dengan penyelengara acara, dengan keluarga dan khususnya dengan anak.

Penyelengara membolehkan saya bawa anak. Keluarga percaya kepada saya dan suami. Anak nya pun jelas mau ikut saya, secara dia memang termasuk anak yang ogo dan maunya nempel sama emak bapaknya. Jadilah saya bawa anak ke acara yang saya ikuti. Dengan resiko yang siap kami tanggung karena ini bukan acara sehari dua hari. Melainkan acara ke beberapa lokasi wisata yang sebagian masih ekstrim di wilayah Kabupaten Cianjur selama beberapa hari beberapa malam.

Jadi ceritanya saya dan suami diundang Dinas Pariwisata Kabupaten Cianjur untuk mengikuti acara Pemberdayaan Duta Wisata Kabupaten Cianjur. Acara terbagi dalam beberapa sesi. Sesi minggu pertama di Delaga Biru Hotel, selama 3 hari dua malam. Kemudian acara kunjungan ke berbagai lokasi wisata unggulan di Cianjur mulai dari lokasi wisata di wilayah utara sampai ke wana wisata di Cianjur bagian selatan.

Padahal Fahmi putra kami sedang sakit. Demam sering datang di waktu tidak terduga. Tidak ada yang bisa menjaganya karena anaknya memang tidak mudah ikut orang lain. Sementara jika kami tidak ikut acara ini wah, jujur saja terasa berat juga, secara eksistensi blogger di Cianjur bisa dibilang sedang dipertaruhkan. Bukankah keberadaan blogger yang diakui pemerintah daerah ini sebuah harapan besar saya dan bahkan jadi resolusi saya di tahun 2018 ini? Jadi kalau melewatkannya begitu saja, rasanya tidak mungkin.

Kami tahu tidak semua penyelengara membolehkan bawa anak ke acaranya. Alasannya tentu sudah bisa kita tebak, apalagi kalau bukan karena memang kondisinya yang tidak memungkinkan.

Selain bisa saja jatah makan terbatas, jatah duduk sudah pas, juga karena acara memang durasinya lama dan gak cocok buat anak. Kalau anak rewel nanti ganggu kelancaran acara. Kan semua kena repot. Kami tahu itu.

Oleh karenanya kami suka nanya dulu bisa bawa anak tidak, karena kami sudah tahu, anak kami tidak banyak makan. Malah cenderung susah makan. Apalagi di tempat baru. Begitu juga kalau duduk atau tidur dia lebih suka nempel dengan saya atau ayahnya. Malah ga mau duduk sendiri atau punya tempat yang disediakan. Karena anak kami sifatnya memang susah bersosialisasi. Perlu waktu lama untuk bisa mengangkat kepala melihat suasana dan merasa biasa ketika disapa orang. Karena kalau dipaksa saat itu juga justru malah ketakutan, tidak mau dan larinya ke menangis.

Setelah saya bisa memastikan kalau anak tidak akan mengganggu (bukan pengganggu) acara maka saya berusaha untuk negosiasi dengan penyelengara supaya diizinkan bisa bawa anak, saat sedang melakukan kegiatan blogger atau komunitas. Ada yang setuju ada yang tidak. Tidak apa. Jika semua sudah saling mengerti dan memahami, maka ketika kami mengundurkan diri tidak ikut acara karena tidak diperbolehkan membawa anak itu bukan lagi sebuah beban.

Begitu juga kalau kami diizinkan bawa anak, bukan berarti kami pecah konsentrasi. Saya berusaha bikin anak nyaman sehingga tidak mengganggu acara utama. Kalau pun anak adakalanya rewel atau merajuk itu memang sifat dan bawaan anak. Dan kami akan dengan lapang dada menerima semua pandangan mata kepada kami. Mau yang nyinyir, mau yang mendelik, atau yang menyanggah sekali pun: kok bawa anak sih?

Yang pasti kami tidak malu bawa anak ke berbagai acara meski anak suka rewel, suka nangis, suka ngambek dan secara tidak langsung suka ganggu konsentrasi peserta acara. Nasibmu anak blogger, Nak. Karena sejatinya sebagaimana pendapat seorang sahabat jika anak bukanlah penghalang tetapi penyemangat bagi orang tua. Beginilah kondisi saya, kondisi anak saya. Bukankah di awal saya memastikan lebih dahulu boleh bawa anak atau tidak?

Bersyukur penyelengara acara bersikap terbuka. Kami para blogger boleh membawa anak. Bahkan sampai Ibu Bupati Cianjur, Ibu Ratu Eliesye Irvan memberikan apresiasi yang tinggi kepada kami, blogger yang membawa anak. Kebetulan memang bukan saya saja yang membawa anak tapi ada emak blogger (blogger perempuan) lainnya juga. Dari situ seorang emak blogger atau blogger perempuan yang konotaisnya berkutat dengan anak dan rumah tangga memiliki kesempatan terbuka. Memiliki hak dan kesempatan yang sama terhadap blogger yang membawa anak. Itu membuktikan keseriusan dan totalitas yang sesungguhnya, demikian kata ibu bupati seperti disampaikan Kang Ridwan, salah satu panitia penyelenggara dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur.

Menyimak materi dari narasumber sambil menggendong anak yang sedang demam.
Foto: @Git_Agusti

Sesi pertama acara Pemberdayaan Duta Wisata Kabupaten Cianjur telah kami lalui. Suka duka membawa anak yang sedang sakit telah kami rasakan dan ditonton semua peserta serta penyelenggara. Sejauh ini tidak ada yang nyinyir. Yang banyak justru ucapan salut, menyemangati serta doa supaya anak segera sembuh.

Semakin banyak yang nyinyir semakin membuat kami merasa bangga telah melakukan hal ekstrem diluar kebiasaan blogger (resmi) pada umumnya. Tapi sebaliknya saat banyak yang bilang salut dan menyemangati bahkan mendoakan supaya anak segera sembuh justru saat itu saya merasa sedih dan tidak bisa menahan tetesan air hangat di sudut mata.

 

31 Comments

  1. Anggraeni Septi

    22 Februari 2018 at 11:40 am

    Bener nih meski bawa anak ke acara, anak harus nyaman. Keren sekali mba tulisannya. Aku salut banget blogger yang harus bawa wara wiri anaknya. Bahkan pernah aku tau, duduk hanya tinggal satu lalu anaknya dipangku. Sambil sang ibu nyatet informasi penting dari pembicara.

  2. Git Agusti

    22 Februari 2018 at 1:51 pm

    Salutnya minta ampun sama emak blogger yang ini, tangguhnya sampe ke anaknya juga. 😎

  3. Khoirur Rohmah

    22 Februari 2018 at 7:02 pm

    Fahmi pasti bangga bnget punya ibu tangguh seperti teteh,
    Salut sama Teh Okti,
    Ganbattee 😍

  4. Naqiyyah Syam

    22 Februari 2018 at 9:05 pm

    Saya pernah kejadian terpaksa bawa anak diacara blogger pas LDR dengan suami, bukan 1 anak tapi 3 anak huhuhu…. rempong tapi untungnya panitia gak marah hehee

  5. Jalan2Aisyah

    22 Februari 2018 at 9:06 pm

    Anak-anakku aktif jdi kalau mau bawa ke acara blogger mesti banyak syarat dulu. Apalagi biasanya aku bakal ke depan hehe..

  6. lianny hendrawati

    22 Februari 2018 at 9:07 pm

    Nah kalo blogger kuliner, anaknya harus rela nahan diri untuk tidak segera makan, nunggu emaknya motret2 makanannya dulu. Setelah puas baru boleh dimakan haha

  7. Mayuf

    24 Februari 2018 at 10:30 pm

    Nah ini baru emak yang hebat, mantap mba

  8. Nova DW

    24 Februari 2018 at 10:56 pm

    Emak blogger strong kalo ini mah. Salut. Apresiasi juga buat panitianya ^^

  9. Noe

    25 Februari 2018 at 8:16 am

    Sebagai emaknya, memang kita lah yg oaling tau kondisi anak ya teh. Dan sebagai emak yg suka bawa anak kesana kemari, I feel you. Kadang merasa gk enak jg sih malahan klo ada yg muji dan menyemangati, di dlm hati langsung mengingatkan diri sendiri, “bukan mencari pujian, bukan mencari pujian”, gitu. Klo ada yg nyinyir, walau kdg cukup bikin baper, akhirnya ya…lupakan saja 🙂

  10. Ammar Dental

    27 Februari 2018 at 11:49 pm

    Tetap sealau menjadi the power of emak emak blogger

  11. Bang Aswi | @bangaswi

    1 Maret 2018 at 8:25 am

    Enjoy aja. Anak2 saya pun enjoy dan dah terbiasaaa hahaha ^_^

  12. Sonya

    18 April 2018 at 10:07 am

    Terharu baca ini.. aku termasuk jarang bawa anak liputan blogging. Padahal sbny anak2ku termasuk manis dan gak rewel, tapi tetap ada keraguan, takut gak nyaman baik buat si anak maupun saya yg lg ‘kerja’. Kecuali klo acaranya memang utk keluarga atau anak2, pasti aku boyong mereka. However it is, saya selalu berusaha tidak menilai blogger lain sih–mau bawa ato ninggalin anak, pasti udh punya pertimbangan masing2 lah ya 🙂 tetap semangat teh Okti!

  13. adi pradana

    18 April 2018 at 12:10 pm

    Dahulukan keluarga, ngeblog kemudian. tapi kalau bisa dikolaborasikan, josh banget. salut…

  14. Ade UFi

    18 April 2018 at 3:00 pm

    Sama mba saya juga ty dulu boleh bawa anak atau tidak. Kalau tidak ya saya lebih baik membatalkan seandainya tidak ada yv jaga. Enak kalau anaknya cooperatif. Kalau bawa anak, saya suka ga dapet foto yg bagus. Jadi saya selalu titip anak, atau cancle.

  15. gita siwi

    18 April 2018 at 6:17 pm

    Masya Allah, pic peluk anak yang lagi sakit tapi hadir di event bikin aku speechles ini. Ibu luar biasa. Semua di komunikasikan dan dikondisikan. Agar semua bisa jalan nyaman dan aman. Semoga sehat selalu ya mba anakmu. Berkah sehat dan rejeki. Amin

  16. Rita Asmaraningsih

    18 April 2018 at 7:17 pm

    Saya sebenarnya salut dgn semangatnya para blogger, terkadang mesti bawa anak saat hadir dlm suatu acara.. Tapi kadang2 ada jg panitia yg tidak mengizinkan, namun byk pula yg gak masalah koq bila Blogger dtg bawa anaknya..

  17. Abby Onety

    18 April 2018 at 7:31 pm

    Terharu aku bacanya mba. Luar biasa perjuangan seorang ibu ya. Tapi alhamdulillah semua bisa di lalui dengan lancar. Kerjapun jadi tanpa menanggalkan tanggungjawab sebagai seorang ibu. Sukses ya.mba

  18. Nia K. Haryanto

    18 April 2018 at 8:20 pm

    Hehehe, jadi keingetan saya juga nih tulisannya. Tapi karena saya punya anak yang masih kecilnya 2, jadinya gak pernah dibawa-bawa. Otomatis, bisa dateng ke event cuma kalau bapaknya libur. Di rumah gak ada siapa-siapa lagi soalnya. Dan iya, jadinya banyak kesempatan yang terlewatkan. Akhirnya ya kudu ikhlas. Wkwkwkkw….
    Sehat-sehat selalu ya, Fahmi. 🙂

  19. Novita leviyanti

    18 April 2018 at 8:32 pm

    Semangat ya mba, selama bisa di pertanggungjawaban kan dengan tindakan serta hasil atau liputan yg memuaskan . Seeta tidak merugikan orang lain maju terus…

  20. Anindita Ayu

    18 April 2018 at 11:19 pm

    Tetap semangat mbak. Jadi anak blogger berarti bisa ikutan acara emaknya yang keren-keren itu. Jadi bisa belajar langsung juga, gimana caranya jadi blogger keren, siapa tahu terinspirasi untuk jadi blogger.

  21. Misu Pinku

    18 April 2018 at 11:21 pm

    Perjuangan jadi mom blogger itu, patut diacungi jempol.

  22. Fenni Bungsu

    19 April 2018 at 3:58 am

    Wah pengalamannya jadi menginspirasi saya nih mbak, buat di kedepannya kelak.. Ternyata nasib anak blogger kurang lebih seperti itu yah.. Jadi kebayang pula “Nasib menjadi suami blogger, atau kisah menjadi menantu seorang blogger” 😊

  23. VHAranie

    19 April 2018 at 4:12 am

    ini aku banget mbak, “boleh bawa anak gak” hihihi.. hebat euy! bawa anak ke acara blogger, padahal lagi sakit.. juarak! kalau aku pasti udah nyerah.. karena anaknya rewelan.. ngeri ganggu kesekitar hehehe

  24. Sara Neyrhiza

    19 April 2018 at 5:33 am

    Wah..kisahnya bikin baper. Kalo kedua orangtuanya blogger gini ya ceritanya. Kadang muncul dilema..antara dua tanggung jawab yang berbeda.

    Syukurlah, kalau acaranya memperbolehkan bawa anak.

  25. rizki rakhmat

    19 April 2018 at 6:51 am

    begitulah blogger deritanya tiada akhir.. entah kenapa tiba2 aku nyemplung di dunia ini.. padahal dlu ngeblog cuma buat iseng2 hahaha,,,, thx sharingnya.. btw nanti klo k cianjur mampir ah ke rumah teh okti.. hehehe

  26. April Hamsa

    19 April 2018 at 7:42 am

    Saya termasuk yang jarang bawa anak saat liputan event. Soalnya termasuk yg susah multitasking, mikirin anak dan nyimak narasumber. Selain itu kalau di Jkt kemana2 naik angkutan umum, gk tega di jalannya. Tapi pernah sih pas ada kewajibann bawa anak ya dibawa 😀
    Emang yg paling penting diperhatikan kesehatan anak, kalau anaknya gak fit biasanya gk maksain ikut. Penyelenggara jg biasanya paham kalau penyebabnya anak sakit. Tapi kalau kurang sehatnya krn batpil aja biasanya saya sih lanjut aja, anak2 di daycare.

  27. Mardiah

    19 April 2018 at 10:55 am

    nanti pas anaknya udah dewasa bikin tulisan lagi “aku bangga jadi anak blogger” hehe. keren mbaaaa, bisa konsisten dan aku terharu bacanya. salut sama mba dan suami..

  28. Yesi Intasari

    19 April 2018 at 11:48 am

    aku ikut salut, kebayang repotnya ya mba.. apalagi ditambah anaknya juga sakit tapi mau gimana lagi kewajiban harus tetap dijalani demi profesionalitas 🙂

  29. Ida Tahmidah

    19 April 2018 at 2:26 pm

    Anakku sdh besar jadi ga bawa2 anak lagi ke acara padahal terkadang pengen bawa mereka biar tau kerjaan blogger kayak gimana hehe.. dulu kadang bawa, lama kelamaan tau, bahwa itu tidak boleh . Saya suka telat terus taunya hehe…

  30. Elva Susanti

    20 April 2018 at 12:38 am

    Terharu dengan perjuangan seorang ibu. Semangat ya mbak, mana tau anaknya juga bakalan senang menjadi blogger

  31. Novitania

    20 April 2018 at 9:12 am

    Punya anak bukan berarti kreativitas untuk berkarya mati ya mba. Salute deh untum buibu masa kini. Kalian luar biasa

Leave a Reply