Pendidikan Tinggi untuk Anak, Seberapa Penting? Bagaimana Menyiapkannya?

Pendidikan Tinggi untuk Anak, Seberapa Penting? Bagaimana Menyiapkannya?

Pendidikan Tinggi untuk Anak, Seberapa Penting? Bagaimana Menyiapkannya?

Menyiapkan pendidikan (tinggi dan setinggi-tingginya) untuk anak pasti sudah jadi prioritas setiap orang tua. Karena bagaimanapun kondisi orang tuanya, sudah fitrah dari sananya setiap orang tua pasti ingin kehidupan anaknya jauh lebih baik dari kehidupannya.

Yah walaupun tidak melesat cemerlangnya, minimal atuh sama baiknya antara kehidupan anak dengan keadaan orang tua. Jangan sampai kondisi anak jauh lebih buruk dari kondisi si orang tuanya.

Banyak suara yang saya dengar dari para ibu-ibu pahlawan devisa, alias para TKW yang bekerja di luar negeri. Mereka mempertaruhkan jiwa dan raga supaya bisa bekerja dapat uang untuk membiayai sekolah anak-anaknya.

“Aku ini hanya lulusan SD. Aku ingin anakku harus berpendidikan lebih tinggi dariku. Minimal setingkat SMA, dan maunya aku sih hingga sarjana.” Demikian curahan hati seorang ibu teman saya yang bekerja di negara Taiwan.

Ya, demikianlah harapan setiap orangtua. Selalu ingin yang serba terbaik untuk anaknya. Apalagi dalam hal pendidikan, sesuatu yang dianggap bisa merubah nasib dan kehidupan seseorang menjadi lebih baik.

Iseng pernah saya bertanya kepada Fahmi putra saya, mau jadi apa sudah besar kelak? Jawabannya selalu berganti-ganti. Mulai dari jadi polisi, ganti jadi Bapak ABRI, mau jadi Teteh Endah (kerja di rumah sakit maksudnya, padahal ia anti sama dokter atau perawat) lalu masih berganti juga katanya mau jadi koki alias chief setiap kali sedang (so) sibuk membantu saya di dapur.

Bahkan ketika kami dalam perjalanan melihat kesibukan para pekerja jalan atau bangunan dengan mobil dozer atau cement truck Fahmi suka bersemangat berseru “Ibu, Ami mah udah besar mau jadi bapak buldozer.”

Kami hanya mengangguk dan tersenyum. Apapun jadinya kelak, saya dan suami tidak akan mengekang atau menyuruh anak harus jadi apa. Sebagai orang tua kami hanya bisa membimbing, memberikan arahan, memberikan tanggapan saat diperlukan dan mempersiapkan biaya untuk sekolahnya.

Iya, biaya ini sebetulnya yang jadi modal utama anak kita bisa sekolah karena tanpa uang, sekolah gratis yang digembar-gemborkan pemerintah pun pada kenyataan nya tetap harus mengeluarkan biaya. Jadi mempersiapkan biaya pendidikan untuk anak ini bagi saya adalah sudah harus dilakukan sejak dini. Penting.

Ada banyak cara orang tua mempersiapkan dana untuk pendidikan anaknya. Seperti:

1. Menabung.

Ya menyimpan uang di bank adalah jalan terlumrah dilakukan para orang tua baik di kota maupun di desa untuk bisa membiayai anak supaya bisa mengenyam sekolah tinggi. Nabung jadi pilihan banyak kalangan karena nabung di bank ini mudah diambil dan mudah diakses.

2. Tabungan  pendidikan

Bagi orang tua yang sudah punya perencanaan matang (disertai penghasilan yang mapan) akan pendidikan tinggi anaknya banyak yang mengalokasikan rezeki yang dimiliki untuk tabungan pendidikan. Dana ini nantinya bisa dikhususkan untuk anak yang didaftarkan dan biasanya ada keuntungan lain seperti adanya paket asuransi jiwa, ada bunga yang menggiurkan dan cover asuransi jika meninggal.

3. Asuransi pendidikan.

Saya kira ini banyak dijalankan oleh orang tua di perkotaan. Karena asuransi pendidikan diselenggarakan bukan oleh bank melainkan khusus oleh perusahaan asuransi.

Dan kita tahu sendiri kalau di kampung masyarakatnya belum banyak yang familiar dengan sistem asuransi. Buat BPJS aja masih harus paksa memaksa atau nunggu mau berobat dulu. Hehehe! Selain itu di pedesaan masih banyak yang mengira proses asuransi pendidikan untuk orang desa masih terbilang rumit.

4. Deposito

Bagi yang punya rezeki berlebih, ada yang “simpanlupa” hartanya dalam bentuk deposito. Dimana bisa memilih dan memperkirakan dana bisa dicairkan ketika si anak memasuki pendidikan lanjutan.

5. Emas

Nah kalau ini mencontoh nenek dan ibu saya. Juga sebagian banyak warga pedesaan di tempat saya tinggal. Menyiapkan dana sekolah dengan terlebih dahulu menyicil membeli perhiasan emas. Satu gram dua gram terus dikumpulkan hingga banyak. Saat anak mau sekolah dan butuh biaya, orang tua tinggal menjual saja emasnya.

Kini ada sistem yang lebih modern yaitu emas batangan dengan nilai yang lebih tinggi. Bisa diakses warga pelosok juga karena selain di Pegadaian atau PT. Aneka Tambang, emas batangan tersedia juga di bank syariah yang sudah sampai di pelosok. Minimal setiap kecamatan sudah ada bank rantingnya.

Dari sekian banyak cara mempersiapkan pendidikan tinggi buah hati, saya dan suami lebih condong kepada nomor satu dan nomor terakhir. Kami baru bisa menabung sedikit demi sedikit juga membeli emas (perhiasan) sebagai modal simpanan meski cuma segram dua gram.

Terlepas dari bagaimana cara mempersiapkan pendidikan tinggi anak, supaya bisa meraih cita-citanya, menabung dan investasi bagi kami memang sebuah keharusan. Tidak hanya untuk cadangan biaya pendidikan tapi juga kesehatan dan keperluan lainnya yang bersifat urgent.

#SatuHariSatuKaryaIIDN

 

 

 

18 thoughts on “Pendidikan Tinggi untuk Anak, Seberapa Penting? Bagaimana Menyiapkannya?

  1. Penting! Di tiap doa orang tua selalu ingin anaknya lebih berpendidikan daripada dirinya. Memang butuh persiapan yang matang untuk dana pendidikan.

  2. Ngomongin pendidikan itu umumnya fokus ke pendidikan formal, padahal ada pula pendidikan informal dan nonformal. Jangan lupa juga menyiapkan hal tersebut.

  3. Alhamdulillah saya juga udah mulai nabung untuk dana pendidikan anak-anak. Anak-anak juga udah dibiasakan nabung dari sekarang. Makasih sharingnya, mbak

  4. Ya Allah sebagai orang tua PR kita masih banyak sekali ya Mba.
    Aku belum nabung nih buat anak, masih dibikin hahhaha

  5. Makin tahun, harga pendidikan buat anak makin mahal ya teteh. Memang benar kita harus menabung sejak sekarang ya. Tabungan emas juga bisa

  6. Entah kenapa bun sy ingin sekali menabung tapi sering kebobolan klo tgl tua.. Baru menabung untuk hari (tgl) tua..hahah

  7. Reminder banget ini..
    Nabung,,nabung biaya pendidikan jaman now mah mihil, Heuheu Olive tahun ini ke SMA pula ..
    Nuhun teeeh, remindernya!

  8. Menabung dengan emas dan reksadana kini menjadi pilihan yang cocok untuk jangka menengah dan jangka panjang karena tidak terpengaruh oleh inflasi. Apalagi biaya pendidikan anak tiap tahun meningkat.

  9. MashaAllah,
    Semoga Fahmi menjadi seperti apa yang diinginkan, apapun pekerjaannya membawa keberkahan bagi lingkungan dan agama.
    Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *