Membuat Mainan Anak Sendiri, Kenapa Tidak?

Membuat Mainan Anak Sendiri, Kenapa Tidak?

Tips sukses supaya berhasil disenangi anak-anak ialah bisa masuk ke dalam dunia anak-anak itu sendiri.

Ada orang tua yang sulit bermain dengan anak. Dampaknya hubungan keduanya menjadi kaku, dingin. Antara anak dan orang tua tidak lebih sekadar ibu yang melahirkan dan bapak yang bekerja supaya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya hingga si anak mampu berdiri sendiri.

Namun ada orang tua yang begitu luwes, akrab, hangat dan berteman dengan anak sehingga satu sama lain saling membutuhkan, saling memahami dan mengerti sehingga tercipta satu hubungan keluarga yang harmonis dan menyenangkan.

Interaksi antara anak dan orang tua dimulai sejak anak kecil. Banyak orang tua muda yang secara otodidak belajar menjadi ibu yang baik bagi anaknya, atau ayah yang dirindukan kepulangannya oleh buah hatinya. Orang tua berlomba mencari cara bagaimana supaya anak suka, nyaman dan aman bersama mereka.

Meski pikiran kusut menghadapi suasana kerja yang tidak nyaman namun di depan anak tetap kita harus jadi ayah atau ibu yang bisa tersenyum, bisa mengikuti kemauan anak dan (berpura-pura) bahagia.

Menemani anak bermain harus totalitas. Lepas kan gadget dan fokus pada anak dan peran

Tidak semua di hadapan anak bisa kita perankan dengan baik karena bagaimanapun sebagai orang tua, kita tetap sebagai manusia yang punya kelebihan serta kekurangan.  Adakalanya apa yang diinginkan anak tidak bisa kita penuhi. Tapi paling tidak berusaha untuk totalitas dalam menemani anak adalah sebuah usaha yang tidak akan sia-sia. Apa yang kita lakukan akan dikenang dan jadi pengisi memory anak hingga ia tidak bisa mengingatnya lagi.

Salah satu totalitas dalam menemani anak ialah dengan membuat mainan sendiri bersama anak. Mengajak anak ikut terlibat langsung dalam pembuatannya, membuat anak akan merasa lebih senang  dan menambah rasa percaya diri.

Membuat mainan bersama anak bukan berarti orang tua tidak mampu membeli mainan anak yang kekinian. Justru membuat mainan sendiri untuk dan bersama anak menurut saya selain lebih aman juga mendidik anak lebih kreatif dan mendekatkan hubungan antara anak dan orang tua.

Saat Fahmi berusia 2 tahun lebih, di televisi ramai diiklankan permainan anak playdough. Begitu juga anak sekolah di sekitar rumah bermain bahan sejenis yang dinamakan malam atau anak menyebutnya lilin.

Sebelum membolehkan Fahmi bermain malam/lilin saya lebih dulu melihat dan mengeceknya. Permainan anak semacam tanah liat buatan yang berwarna-warni ini terbuat dari bahan yang entah apa nama dan jenisnya. Hanya saya merasa tidak aman untuk Fahmi yang masih suka iseng memasukkan mainan ke mulut.

Playdough memang mainan edukasi yang bisa membuat anak terangsang gerak motoriknya. Anak belajar menciptakan sesuatu berdasarkan imajinasi dan kreativitasnya. Namun kalau dirasa bahan di luaran (yang kurang berkualitas) terbuat dari bahan tidak aman, cukup membahayakan anak gak mungkin juga saya memberikannya.

Sementara playdough yang berkualitas (tidak lengket, pewarna serta wanginya alami) dan aman berasal dari luar negeri dan itu tidak murah harganya.

Jadi solusinya membuat playdough sendiri adalah sebuah pilihan. Menciptakan media permainan untuk anak yang aman dengan mengajak anak terlibat langsung di dalamnya pasti punya kepuasan tersendiri bagi kita sebagai orang tua.

Membuat playdough sederhana aman dan terjangkau tidaklah sulit. Bisa dengan bahan yang mudah kita dapat seperti: tepung terigu, garam meja, sedikit minyak goreng, dan air secukupnya. Untuk warna yang aman bisa menggunakan pewarna makanan. Cara buatnya pun mudah. Tinggal campurkan semua bahan dan ukuran kelenturan bisa kita sesuaikan sesuai dengan keinginan. Usahakan adonan jangan terlalu lembek karena playdough bagusnya bersifat agak padat. Tidak lupa menyimpan nya di tempat tertutup supaya tidak mudah kering.

See, mudah bukan membuat mainan anak sendiri itu. Kalau sudah dipraktekkan bersama anak pastinya  akan lebih seru dan menyenangkan.

Saat ini Fahmi mau berusia 5 tahun. Ia sudah tidak tertarik dengan mainan playdough. Sebagai anak laki-laki kecenderungan main mobil dan perang-perangan kini terlihat lebih dominan. Ayahnya kini yang sering dituntut untuk kreatif membuat mainan atau main bersama.

Berhubung kami tinggal di kampung, mainan yang dibuat pun tidak jauh dari mainan tradisional yang sesungguhnya sudah mulai jarang dimainkan anak-anak kota. Seperti ketapel, pistol-pistolan, mobil-mobilan dan atau mainan lain yang sekiranya kami bisa buat dengan bahan seadanya.

Sejauh masih bisa dilakukan dan membantu banyak bagi pertumbuhan dan perkembangan  buah hati membuat mainan sendiri itu memang menyenangkan dan banyak manfaatnya. Jadi kenapa tidak?

#satuharisatukaryaiidn

 

15 Comments

  1. lendyagasshi

    24 Januari 2018 at 10:38 pm

    Waa…ini patut di contoh banget niih…
    Orangtua yang mau meluangkan waktunya untuk membuat mainan anak.
    Aku dulu suka juga bebikinan begini, mba…seiring berjalannya waktu (( ciiee, ehem )) anak-anak sudah bisa bikin mainannya sendiri.

    MashaAllah…

  2. IndiRa

    25 Januari 2018 at 12:21 am

    Kreatif banget mbaakk, saya masih belum bisa buat batang kreatif seperti itu, bermain memang meningkatkan bounding dg anak. Seruu banget mainannya hehehe

  3. Beautyasti1

    25 Januari 2018 at 4:51 am

    Miris banget ya mba, ada anak ya ada anak aja. Ortu nya sibuk masing masing. Tapi karena aku belum banyak tau cara buat mainan, aku beli aja hehehe

  4. Anggraeni Septi

    25 Januari 2018 at 5:19 am

    Wow kreatif luar biasaaa. Aku niiih, sukak males bebikinan mainan, jadi beli dan beli huhuhu. Idenya bisa dicontekin deh ini, kalo bikin mainan sama anak gini bondingnya lebih deh hehe 🙂

  5. atiqo

    25 Januari 2018 at 11:06 am

    Keren, orangbtua kreatif ini. Saya masih dalam tahap membyat playdough dan sejenisnya. Karena anak baru usia 2 tahun. Semoga kelak bisa sekreatif mba. Tfs yaa

  6. cputriarty

    25 Januari 2018 at 12:39 pm

    Masyaalah teh okti ini bunda super kreatif, tahu aja mainan yg disukai anak2.makasih ya teh bisa dicoba nih tips kerennya

  7. Khairiah

    25 Januari 2018 at 1:24 pm

    Pistol2an keren, ajarin dong cara bikinnya

  8. Faridilla Ainun

    25 Januari 2018 at 4:02 pm

    Waaaah keren nih keren mainannya. Pas banget nih, anak lagi suka main mobil. Jadi terinspirasi bikin mobilan dari botol

  9. April Hamsa

    26 Januari 2018 at 2:18 am

    Saya bbrp kali bikin mainan utk anak jg tapi masih memanfaatk plastik atau kardus bekas. Enak bikin sendiri, murah hehe. Selian itu ps bikin bisa juga ngajakin anak 😀

  10. Nova DW

    26 Januari 2018 at 2:28 am

    Orangtua juga harus kreatif ya mbak, agar bisa membuat mainan dengan metode DIY. Selain itu, bisa menciptakan bonding time juga saat berkreasi bersama

  11. Noe

    26 Januari 2018 at 7:33 am

    Akuuu ngga sempat bikin mainan sendiri euuy, tapi yg penting anakku msh seimbang lah soal mainan, msh suka main di luar sm banyak tmn, walau gadget jg gk aku larang, ada waktunyabsendiei. Jadi saluut sama keluargamu teh, kreatifitas tanpa batas

  12. Annisa

    27 Januari 2018 at 4:40 pm

    Mainan DIY gitu bisa bikin anak anak lebih kreatif ya mbak. Mereka juga akhirnya lebih tahu tentang proses dan ga gampang ngerengek main-main games di gadget atau main yang tinggal beli aja. Keren deh mbak ide-ide permaiannya

  13. Eni Martini

    27 Januari 2018 at 11:04 pm

    Aku pun sering nih bikin mainan anak sendiri, kadang bikinnya bareng sama anak-anak

  14. Helena

    27 Januari 2018 at 11:41 pm

    Seru tuh membuat mainan sendiri, apalagi melibatkan anak di dalamnya. Akan melatih kreativitas dan imajinasi si anak. Coba bikin playdough ah.

  15. rizka edmanda

    1 Februari 2018 at 9:14 am

    mantap ibunya kreatif banget hehehe… saya jadi terinspirasi kalau punya anak inginnya dibikin-bikin sendiri aja mainannya. lebih hemat dan juga bermanfaat untuk bonding sama anak.

Leave a Reply