Ketika Sulit Membiasakan Aktivitas Anak

Ketika Sulit Membiasakan Aktivitas Anak

Adakalanya hati seorang ibu luluh ketika melihat buah hati terlelap dalam pangkuan.
Namun demi menanamkan karakter baik sejak dini, seorang ibu harus bisa menyembunyikan rasa kasihan itu dibalik sikap tegasnya…

Senin ini, Fahmi kembali saya ajak belajar di rumah. Belajar membaca, berhitung, dan menggambar seperti biasanya sebagaimana sudah berjalan sejak usianya 3 tahun.

Hanya siang tadi Fahmi agak malas-malas gitu belajarnya. Mungkin karena sudah lebih dari seminggu kami meliburkan diri dari aktivitas home schooling ala-ala kami dikarenakan kami berangkat ke Bali. Setelah sekian hari bebas ngapain saja dan Senin ini dituntut untuk belajar lagi maka rasa enggan masih dirasakannya. Saya kira begitu.

Tahu banyak waktu telah kami tinggalkan maka saya hanya menyuruh Fahmi untuk mengulang pelajaran minggu lalu saja. Sekadar untuk mengingat dan membuka lagi hafalannya. Tapi sayang, ternyata Fahmi jauh dari kata serius dan fokus.

Ketika tidak bisa disabarin, masih tidak bisa fokus meski saya tuntun berkali-kali akhirnya saya sedikit memberikan hukuman kepadanya. Saya bilang tidak ada nonton kartun kesayangan untuk sore hari sebelum kelar belajarnya.

Bukannya mencoba lebih serius, Fahmi malah menangis. Saya tidakmempedulikan nya. Saya hanya bilang kalau memang nangis bisa bikin lega dan enak, silakan menangis sampai merasa cukup. Kalau sudah lelah, boleh berhenti. Tidak disangka menangisnya malah makin menjadi. Saya pikir ini karena ayahnya tidak ada. Karena kalau ada ayah di rumah, jika saya membentaknya maka ia akan lari mencari perlindungan kepada ayahnya.

Akhirnya Fahmi berhenti menangis dan saya raih memeluknya. Sambil saya bilang pelan-pelan Fahmi akhirnya tertidur.

Bukan ibu tidak sayang Ami, tapi ibu ingin Ami belajar disiplin, fokus dan mulai bisa membedakan mana waktu untuk bermain dan mana waktu untuk serius. Demikian saya bisikan hingga ia memejamkan mata dan tertidur.

Orang tua mana yang tega membiarkan anak menangis sekian lama. Tapi saya lakukan itu sengaja biar anak bisa melihat dan merasakan bahwa tidak ada yang bisa membantunya manakala ia berada dalam masalah, kecuali dirinya sendiri. Ini mungkin masalah kecil bagi para orang tua lainnya tapi bagi saya, melakukan ini sebagai upaya dan bagian menanamkan karakter baik kepada anak.

Semoga apa yang sudah saya pilih ini tidak menyalahi dan tidak membuat anak merasa tidak dipedulikan. Karena bagaimanapun saya melakukan ini justru karena saya sangat menyayanginya.

8 Comments

  1. Nhie

    23 Januari 2018 at 6:01 am

    Home schooling gini gimana mba? apa pake kurikulum gitu. apa aja yang diajarkan?

    1. Okti Li

      23 Januari 2018 at 4:38 pm

      Seharusnya pakai kurikulum tapi saya tidak. Saya anggap ini selingan dari waktu bermain saja. Dari pada anak gak belajar ya saya selipkan dikit2 pola baca, menulis dan hitung. Supaya nanti sekolah tidak kaku lagi…

  2. monique firsty

    23 Januari 2018 at 9:27 am

    Namanya anak2 ya mba, moodnya naik turun sama juga dg orang dewasa kan juga begitu. Yg paling penting gimana cara kita menumbuhkan kecintaan anak2 thdp proses belajar. Belajar krn suka n butuh banyak tau 😊

  3. Puspita Yudaningrum

    23 Januari 2018 at 6:31 pm

    Menumbuhkan pembiasaan kepada anak emang agak sulit, jdi harus disiplin dari kecil. Sama sih seperti kita kalo mau disiplon harus dibiasakan tpi ya gitu deh terkadang sifat malas sering menyerang hehe

  4. Ira duniabiza

    24 Januari 2018 at 12:49 am

    Iyaa mba setuju.. menanamkan pendidikan karakter sejak dini itu penting banget ya.. dan caranya pun harus yg ngena sama mereka. Pakai penjelasan juga kenapa ga boleh bgini dan kenapa harus begitu..

  5. Nova DW

    24 Januari 2018 at 4:45 am

    Kadang aku juga gitu. Membiarkan sejenak si kecil nangis, trus kupeluk dan kuajak bicara pelan2. Biasanya si kecil lantas diam, kadang juga akhirnya tertidur

  6. Linuk

    24 Januari 2018 at 11:54 am

    When you hire yourself out as a freelancer, each
    job task tһat you tɑke on shall be a new adventure.

  7. Eni Martini

    25 Januari 2018 at 12:07 am

    Fahmi pinteer ya, Pendar 3 tahun lagi senang didongengin, coret-coretan dan main

Leave a Reply